Senin, 14 Maret 2011

Tata Surya

BIMA SAKTI SI GALAKSI RAKUS
Galaksi Bima Sakti dicurigai suka ‘menelan’ bintang-bintang galaksi tetangganya.
Aliran bintang-bintang merupakan jejak-jejak yang ditinggalkan.
Menyaksikan langit malam musim kemarau, anda akan melihat bintang-bintang di seluruh bagian galaksi. Diantara bintang-bintang itu, terlihat lajur putih seperti awan yang membentang dari langit utara ke langit selatan. Terdapat daerah gelap seperti bayangan orang berkelahi dengan naga. Bangsa kita menvakini, itulah bavangan Bima yang tengah bergulat melawan naga. Maka, jalur putih itu diberi nama Bima Sakti. Galaksi besar yang terdekat dengan Bima Sakti adalah Andromeda, yang berjarak dua juta tahun cahava. Setahun cahava setara dengan 9,5 trilyun kilometer. Maka, dengan mata telanjang, kita tidak bisa melihat bintang-bintang di Andromeda. Karena itu, pada saat memandang langit, yang terlihat hanyalah bintang-bintang penghuni Bima Sakti.

..Di langit bagian utara, bintang yang paling terang kedua adalah Arcturus. Bintang ini memiliki gerakan yang berbeda dengan umumnya bintang-bintang di Bima Sakti. Demikian pula komposisi kimianya. Karena itu, Arcturus dicurigai tidak berasal dari Bima Sakti. Dia tamu dari galaksi lain. Para astronom berpikir, bintang ini lahir pada galaksi kecil, yang oleh Bima Sakti ditangkap, dirampas, dan diasimilasi. Diduga, dalam waktu yang lama galaksi ‘menelan’ ratusan galaksi kerdil tetangganya.

Galaksi-galaksi itu bercampur dengan Bima Sakti. Tabrakan atau interaksi antargalaksi menghancurkan gas di dua galaksi dan menimbulkan gejolak formasi bintang-bintang penghuninya. Meski kedudukannya terusik, bintang-bintang relatif tidak terpengaruh. Sebab mereka termasuk bagian kecil dari area piring galaksi yang mahaluas. Jarak bintang-bintang yang renggang menjadikan kemungkinan bertabrakan sangatlah kecil. Walaupun demikian, dinamika dan distribusi bintang-bintang pasti akan sangat berubah.

Pada 1970-an, astronom mulai mempelajari fenomena tubrukan antargalaksi. Mereka dipandu Arp Atlas of Peculiar Galaxies, katalog kumpulan galaksi aneh karya Halton Christian Arp. Katalog astronom Amerika itu mengoleksi 338 galaksi aneh. Beberapa teori mulai dikaji dengan simulasi komputer untuk memahami dan memprediksi struktur sifat-sifat galaksi aneh itu.Simulasi yang sangat terkenal di¬lakukan dua bersaudara Alar dan Juri Toomre pada 1972. Simulasi itu menunjukkan perjumpaan antara partikel dan galaksi, di mana arahnya berlawanan de¬ngan putaran cakram galaksi. Skenarionya, sebuah galaksi dengan satu titik pusat massa dikelilingi kumpulan partikel yang bergasing, diganggu kedatangan sebuah benda langit lainnya. Benda asing itu menabrak galaksi. Namun interaksi ringan itu tidak mengubah bentuk cakram galaksi. Galaksi tuan rumah hanya sedikit terganggu, dan bentuknya tetap tegar. Simulasi lainnya menunjukkan perjumpaan searah dengan pusaran cakram galaksi. Galaksi dengan satu titik pusat massa dihampiri partikel-partikel galaksi lain dari satu grup, dengan arah yang seiring, dan terjadi dorongan. Interaksi itu mengalami efek luar biasa. Tahap-tahap interaksi membentuk jembatan bintang-bintang mengalir di antara dua galaksi. Jalur-jalur bintang inilah yang terbentuk di sekitar Bima Sakti.

Galaksi Bimasakti diabadikan menggunakan kamera long exposure dari Bumi. .


Galaksi Bimasakti diabadikan menggunakan kamera long exposure dari Bumi


.Jalur bintang juga terbentuk akibat interaksi Milky Way dengan Sagittarius Kerdil (Sagittarius Dwarf). Bahkan aliran bintang Sagittarius Kerdil merupakan aliran yang paling keren, karena melibatkan 100 juta bintang.Interaksi Galaksi Sagittarius Kerdil ditemukan secara tidak sengaja oleh Rodrigo Ibata, Mike Irwin, dan Gerard Gilmore pada 1994. Dia disebut dengan SagDEG, kependekan dan Sagittarius Dwarf Elliptical Galaxy (Galaksi Elips Sagittarius Kerdil). Lokasinya 75.000 tahun cahaya dari matahari dan 50.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Hingga sekarang, dia diketahui sebagai galaksi terdekat dengan Bima Sakti. Dia dapat bertahan hingga beberapa orbit di sekitar Bima Sakti. Sagittarius sebenarnya hanya salah satu dari 15 hingga 20 galaksi mini yang mengorbit Bima Sakti. Juga terjadi perjumpaan Milky Way dengan Awan Magellan Besar (Large Magellan Clouds-LMC). Telah lama para astronom berpikir bahwa LMC adalah galaksi terdekat dengan Bima Sakti.

Hasil studi tentang LMC menunjukkan, dia berinteraksi dengan Bima Sakti. Diduga, LMC muda mirip gugus bola berukuran raksasa. Dia memipih membentuk piring akibat interaksi dengan Milky Way. Pasang surut membuat gugus bola itu seperti ditempa menjadi cakram, diikuti sebentuk bola lingkaran di sekitar cakram. Cakram dan bola lingkaran itu berinteraksi, memanggang cakram.Daerah gas yang dipanaskan mengelupas akibat pasang surut. Bintang-bintang di daerah cakram mengelupas akibat pasang surut dan menjulur membentang di angkasa. Bima Sakti ‘memakan’ gas dan materi dari LMC melalui interaksi pasang surut.Sagittarius Kerdil, Awan Magellan Besar, dan satelit galaksi lainnya memberi kontribusi untuk membangun galaksi kita. Pada dekade yang akan datang, temuan aliran bintang dari Galaksi Sagittarius Kerdil boleh jadi tidak berarti. Tapi Bima Sakti tumbuh dari penggabungan dan bertambah dari proses itu. Asimilasi galaksi-galaksi akan melahirkan bintang baru, gas, dan materi gelap, yang akan memicu terbentuknya formasi bintang-bintang. Dan imigran yang dibekap galaksi kita merupakan getaran ‘dawai’ yang memicunya.

.Mengaduk Susu Dewi Juno

Cakram Bima Sakti diketahui menebal pada pusatnya. Dari pengamatan menunjukkan daerah kabut susu membentuk gelang yang mengelilingi pusat galaksi. Orang Eropa kuno menyebutnya ‘Jalur Susu’, Milky Way. Mereka percaya, lajur putih itu adalah air susu Dewi Juno (Hera, istri Zeus) yang tumpah ke angkasa
Posisi Matahari dalam Galaksi Bimasakti (Milkyway) berada di tepiannya. .


Posisi Matahari dalam Galaksi Bimasakti (Milkyway) berada di tepiannya


.Untuk memahami bentuk asli Milky Way, diperlukan waktu panjang dan kajian pemikiran mendaham. Melibatkan banyak astronom dari berbagai generasi, yang buah karyanya saling melengkapi dan menyempurnakan. Usaha mengenal Galaksi Milky Way atau Bima Sakti juga menimbuhkan persoalan, karena manusia berada di dalamnya. Jadi, bagaimana bisa menentukan bentuk dan ukuran galaksi? Namun itu tak menciutkan nyali para astronom.

..Model dan ukuran Bima Sakti pertama kali dilakukan Sir Frederick William Herschel (1738-1822) pada 1760. Dia menelisik langit dengan teropong berdiameter 120 sentimeter. Dengan membandingkan kerapatan bintang di segala arah penjuru langit, dia menyimpulkan bahwa bentuk Bima Sakti seperti batu gerinda (asahan) yang tak sempurna. Dan tata matahari berada di pusat Bima Sakti. Herschel menyelesaikan penelitiannya sela¬ma 20 tahun, yang kelar pada akhir 1802. Dia berhasil menghitung 90.000 lebih bintang di 2.400 sampel area.

..Pada 1900-an, Jacobus Cornelius Kapteyn (1851-1922), astronom dari Observatorium Leiden, Belanda, memperbaiki model Herschel dengan menampilkan Bima Sakti berbentuk cakram. Namun tetap dengan tata matahari dianggap berada di tengahnya. Dia menyimpulkan, kerapatan bintang di semua penjuru langit serba sama. Ukuran Bima Sakti meluas menjadi berdiameter 5.000 tahun cahaya.

..Pemahaman tentang Bima Sakti terus berkembang. Harlow Shapley (1885-1972), astronom dari Observatorium Mount Wilson, mempelajari gugus-gugus bola bintang pada 1920. Koloni ribuan hingga ratusan ribu bintang yang tampak seperti bola itu tersebar simetris ke arah bintang Sagittarius di jalur putih Bima Sakti. Shapley menyimpulkan, gugus itu berpusat searah rasi Sagittarius. Titik pusat itu berada lebih dari 30.000 tahun cahaya dari bumi. Pengamatan bintang juga menunjukkan, makin dekat ke arah rasi Sagittarius, koloni bintang makin rapat. Bintang-bintang rapat itu berjarak kurang lebih 30.000 tahun cahaya dari matahari.

..Apakah Bima Sakti punya lengan spiral? Pemetaan sebaran bintang muda dan panas menunjukkan, Bima Sakti memang memiliki lengan-lengan spiral. Lengan-lengan itu antara lain lengan Sagittarius, Perseus, dan Orion, tempat matahari tinggal. Bima Sakti berbentuk seperti cakram yang kembung pada pusatnya. Pusat kembung Bima Sakti dihuni bintang-bintang tua.

.Gambaran seniman posisi lengan-lengan galaksi Bimasakti


Gambaran seniman posisi lengan-lengan galaksi Bimasakti


.Dari situ menjulur lengan spiral dengan cabang-cabangnya. Jejari cakram Bima Sakti sekitar 50.000 tahun cahaya. Jika bintang-bintang itu benar merupakan tumpahan air susu Dewi Juno, maka air susu itu seperti ditampung sebuah cawan, kemudian diaduk memutar. Pusaran air susu itu menggambarkan gerak bintang mengelilingi pusat galaksi. Gerak bintang teramati dari pergeseran garis spektrumnya. Sedangkan sang surya sendiri mengelilingi pusat galaksi searah jarum jam, dengan orbit hampir mendekati lingkaran.

..Matahari berlari 250 kilometer per detik, sekali putaran makan waktu 230 juta tahun. Milky Way diprediksi memiliki massa 2 trilyun (2 x 1.012) kali matahari, terbagi menjadi 100 hingga 300 milyar bintang. Matahari, sebagai salah satu bintang, mengavling daerah di sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Jadi, tata surya sama sekali bukan pusat galaksi. Bima Sakti tidak sendirian mendiami alam semesta. Masih banyak sistem serupa yang mengisi setiap sudut langit. Ribuan bahkan jutaan rumpun bintang atau pulau bintang di alam semesta telah dipergoki teleskop bikinan manusia. Misalnya, teleskop raksasa di Mount Palomar, California, Amerika Serikat, mampu melihat sedikitnya semilyar galaksi di sekitar tata surya.Maka, Simon Driver tidak salah mengira bahwa dengan teleskop yang lebih canggih, jumlah bintang bakal bertambah terus. Demiki¬an pula jumlah galaksi yang bisa diamati.


(Sumber: GATRA, 14 November 2007)

Lylie_Gorgeous

Mari Bersyukur Setiap Waktu

Pernahkah Anda berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?
Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.
Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.
Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.
Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?
Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi âlâ'i Rabbikumâ tukadzibân (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?” (TQS al-Anbiya' [21]: 42).
Pertanyaannya: Sudahkah atas semua itu kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur? Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na'udzu billah.
Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala titah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin []

* Dodik Dwi Prasetyo's blog
Avatar Dodik Dwi Prasetyo
Posted Sel, 08/03/2011 - 11:22 by Dodik Dwi Prasetyo



Lylie_Gorgeous

Kenakalan Remaja, Waspadalah.....!

Avatar budip
Posted Sen, 14/03/2011 - 10:16 by budip

1. Kenakalan Remaja

Masalah sosial yang dikatagorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja yaitu suatu perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja.

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas sewajarnya banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, fresex, dan terlibat berbagi macam kriminal lainnya.

2. Jenis Kenakalan Remaja

* Penyalahgunaan Narkoba
* Seks bebas
* Tawuran antar pelajar

3. Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

* a). Faktor Internal

1. Krisis Identitas

2. Faktor yang lemah

* b). Faktor Eksternal

1. Keluarga
2. Teman sebaya kurang baik
3. Lingkungan kurang baik
4. Peran serta IPTEK yang berdampak negatif
5. Tidak adanya media sebagai penyalur hobi dan bakat
6. Kebebasan yang berlebihan
7. Masalah yang terpendam

4. Akibat Kenalakan Remaja

1. Terhambat cita-cita remaja
2. Ketidaksejateraan remaja, orang tua dan orang2 terdekat baik di dunia maupun akhirat
3. Terhambatnya kemajuan bangsa dengan adanya generasi penerus yang rusak
4. Menjadi contoh yang buruk bagi semua orang
5. Dijauhi dan diasingkan oleh semua orang

5. Pendekatan kenakalan Remaja

1. Pendekatan individual
2. Pendekatan Sistem

6. Hal-hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi Kenakalan Remaja

1. Prinsip Keteladan
2. Adanya motivasi dari keluarga
3. Pengawasan yang intensif terhadap berbagi media komunikasi
4. Perlu bimbingan kepribadian di sekolah
5. Perlunya pendekatan diri kepada Allah SWT



Marilah kita semua khususnya sebagai pendidik bergotong royong untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kenakalan remaja sehingga kita menjadi bangsa damai dan sejatera "Maju Terus Indonesiaku"



* budip's blog



Lylie_Gorgeous

Jumat, 11 Maret 2011

Encyclopedia of World Biography on Ellen Ochoa

A specialist in optics and optical recognition in robotics, Ellen Ochoa (born 1958) is noted both for her distinguished work in inventions and patents and for her role in American space exploration. She is now the veteran of three Space Shuttle flights.

Among Ellen Ochoa's optical systems innovations are a device that detects flaws and image recognition apparatus. In the late 1980s she began working with the National Aeronautics and Space Administration (NASA) as an optical specialist. After leading a project team, Ochoa was selected for NASA's space flight program. She made her first flight on the space shuttle Discovery in April 1993, becoming the first Hispanic woman astronaut.

The third of five children of Rosanne (Deardorff) and Joseph Ochoa, she was born May 10, 1958, in Los Angeles, California. She grew up in La Mesa, California; her father was a manager of a retail store and her mother a homemaker. Ochoa attended Grossmont High School in La Mesa and then studied physics at San Diego State University. She completed her bachelor's degree in 1980 and was named valedictorian of her graduating class; she then moved to the department of electrical engineering at Stanford University. She received her master's degree in 1981 and her doctorate in 1985, working with Joseph W. Goodman and Lambertus Hesselink . The topic of her dissertation was real-time intensity inversion using four-wave mixing in photorefractive crystals. While completing her doctoral research she developed and patented a real-time optical inspection technique for defect detection. In an interview with Marianne Fedunkiw, Ochoa said that she considers this her most important scientific achievement so far.

In 1985 she joined Sandia National Laboratories in Livermore, California, where she became a member of the technical staff in the Imaging Technology Division. Her research centered on developing optical filters for noise removal and optical methods for distortion-invariant object recognition. She was coauthor of two more patents based on her work at Sandia, one for an optical system for nonlinear median filtering of images and another for a distortion-invariant optical pattern recognition system.

Becomes an Astronaut for NASA

It was during her graduate studies that Ochoa began considering a career as an astronaut. She told Fedunkiw that friends were applying who encouraged her to join them; ironically, she was the only one from her group of friends to make it into space. Her career at NASA began in 1988 as a group leader in the Photonic Processing group of the Intelligent Systems Technology Branch, located at the NASA Ames Research Center in Moffett Field, California. She worked as the technical lead for a group of eight people researching optical-image and data-processing techniques for space-based robotics. Six months later she moved on to become chief of the Intelligent Systems Technology Branch. Then in January 1990 she was chosen for the astronaut class, becoming an astronaut in July of 1991.

Her first flight began April 8, 1993, on the orbiter Discovery. She was mission specialist on the STS-56 Atmospheric Research flight, which was carrying the Atmospheric Laboratory for Applications and Science, known as Atlas-2. Ochoa was responsible for their primary payload, the Spartan 201 Satellite, and she operated the robotic arm to deploy and retrieve it. This satellite made forty-eight hours of independent solar observations to measure solar output and determine how the solar wind is produced.

Ochoa's technical assignments have also included flight-software verification in the Shuttle Avionics Integration Laboratory (SAIL), where she was crew representative for robotics development, testing and training, as well as crew representative for flight-software and computer-hardware development. Ochoa was on the STS-66 Atmospheric Laboratory for Applications and Science-3 (ATLAS-3) flight in November 1994. ATLAS-3 continues the Spacelab flight series to study the Sun's energy during an eleven-year solar cycle; the primary purpose of this is to learn how changes in the irradiance of the Sun affect the Earth's environment and climate. On this mission Ochoa was Payload Commander. She is currently based at the Lyndon B. Johnson Space Center in Houston, Texas.

Ochoa's most recent journey into space was on STS-96 Discovery (May 27 to June 6, 1999). During the ten-day mission, the crew performed the first docking to the International Space Station. Ochoa coordinated the transfer of supplies and also operated the Remote Manipulator System during the 8-hour space walk.

Ochoa is a member of the Optical Society of America and the American Institute of Aeronautics and Astronautics. She has received a number of awards from NASA including the NASA Group Achievement Award for Photonics Technology in 1991 and the NASA Space Flight Medal in 1993. In 1994, she received the Women in Science and Engineering (WISE) Engineering Achievement Award. She has also been recognized many times by the Hispanic community. Ochoa was the 1990 recipient of the National Hispanic Quincentennial Commission Pride Award. She was also given Hispanic magazine's 1991 Hispanic Achievement Science Award, and in 1993 she won the Congressional Hispanic Caucus Medallion of Excellence Role Model Award. Ochoa is also a member of the Optical Society of America, the American Institute of Aeronautics ands Astronautics, and Phi Beta Kappa and Sigma Xi honor societies.

Ochoa is married to Coe Fulmer Miles, a computer research engineer. They have two children. Outside of her space research, Ochoa counts music and sports as hobbies. She is an accomplished classical flautist--in 1983 she was the Student Soloist Award Winner in the Stanford Symphony Orchestra. She also has her private pilot's license and in training for space missions flies "back seat" in T-38 aircraft.

She's Lili's IDOL ^^


Lylie_Gorgeous

Rabu, 09 Maret 2011

Penyimpangan Sosial (Tugas Sosiologi)

BAB 1
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Perampokan dan pencurian adalah prilaku penyimpangan social budaya yang terjadi
di tengah ±tengah masyarakat,yang sangat menggagu dan merugikan orang lain .sepetri yng
di beritakan pada Koran di halaman dapan . Masalah sosial muncul akibat terjadinya
perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat
menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah
sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti
tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, perampokan ,pencurian dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

B.Ruang lingkup
Problematika sosial akan terus bergejolak sampai manusia itu akan berpisah antara
ruh dengan nyawa, namun ada faktor yang sangat bermakna dalam kehidupan yakni faktor
manusia dengan Tuhan.
Berbagai macam alasan yang terlontar ketika para pelaku penyimpangan social
tertangtangkap .dari alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga keperluan
untuk membahagiakan sang pacar.namun perlu kita kaji lebih jauh bahwa penyimpangan
social terjadi adanya penularan kebudayaan di lingkungan di mana tinggal sebuah
komunitas. Seperti Penjambret maupun pencuri.


C.Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah berusaha untuk mengakji tindakan
kriminalitas yang merupakan tindakan penyimpangan social dan budaya di tengah ±tengah
masyarakat Indonesia yang berasaskan Pancasila .karena hal ini erat kaitanya dengan sistim
social dan buadaya yang terjadi di Indonesia.saya sadar bahwa makalah ini jauh dari
sempurna .untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan demi
sempurnanya makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Penyimpangan Sosial;

Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidaksadar pernah kita
alami atau kita lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh
siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luas atau
sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.Suatu
perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma
sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan( d e v i a t i o n)adalah
segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri( c o n f o r m i t y )t er h a d a p
kehendak masyarakat.
Definisi Penyimpangan Sosial;
James W. Van Der Zanden; Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh
sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.
Robert M. Z. Lawang; Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang
menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari
mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.
Lemert (1951); Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk:
1. Penyimpangan Primer (Primary Deviation)Penyimpangan yang dilakukan
seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri
penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara
berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.
2. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa
perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai
perilaku menyimpang. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut,
karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.
Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat
4
Faktor Penyimpangan/masalah Sosial;
MenurutJ ames W. Van Der Zanden; faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai
berikut:
y
Longgar/tidaknya nilai dan norma. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran
baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan
ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto Penyimpangan/masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan dalam masyarakat, yang membahayakan kehidupan
kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan
gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Penyimpangan/masalah social dapat terjadi di dasarkan pada pengertian kebudayaan
bahwa pada dasarnya kebudayaan selu bergerak (di namis) Semua kebudayaan mempunyai
dinamika atau gerak. Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup di dalam
masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi sebab dia
mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadinya
hubungan anta rkelompok manusia di dalam masyarakat.
B.Unsur-Unsur Kebudayaan
Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian perumahan, alat-alat rumah
tangga, senjata, alat-alat produksi, transport, dsb)
2. Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi ( pertanian, peternakan, sistem
produksi, sistem distribusi dsb)
3. System kemasyarakatan ( system kekerabatan, organisasi politik, system hokum,
system perkawinan)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dsb)
6. Sistem pengetahuan
7. Religi (system kepercayaan)
Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat Ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
5
C. Peluang yang Memunculkan Motif Penyimpangan Sosial
Pada intinya, tingkat kejahatan di suatu negara berbanding lurus dengan kondisi
ekonomi, sosial, politik, budaya, dan hukumnya. Khusus untuk kejahatan seperti perampokan
dan pencurian, menurut sosiolog Budi Radjab, faktor ekonomi memegang peranan dominan
sebagai motivasinya. Gambarannya, faktor ekonomi menyumbangkan enam puluh persen
motif perampokan. Selebihnya, menurut dia, adalah motif-motif yang berbeda pada setiap
orang, termasuk membuktikan diri sebagai orang yang jago dalam kejahatan.Selain motif, hal
yang perlu digaris bawahi adalah adanya peluang yang bisa mendukung atau menghambat
motif calon perampok. Peluang tersebut tercipta lantaran kondisi masyarakat berupa
ketimpangan sosial dan ekonomi. Kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis,
menurut dia, bukanlah faktor dominan."Coba lihat di negara-negara Eropa, Amerika, atau
Singapura. Mereka" cenderung individualistis tetapi tingkat kejahatan rendah. Kalaupun ada
perampokan, lebih pada kejahatan yang tidak berpola. Dengan kata lain, itu accident atau
kebetulan.
Kasus perampokan tidak berpola, ditandai dengan mudah ditangkapnya pelaku.
Biasanya kejahatan semacam itu terjadi di negara-negara dengan ketimpangan sosial dan
ekonomi yang tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, perampokan berpola lebih banyak terjadi di
negara atau daerah dengan ketimpangan sosial dan ekonomi yang lebar. Keadaan itulah yang
memberi ruang bagi tumbuhnya motif-motif perampokan.Kasus perampokan beruntun di
kabupaten/kota, bisa dijadikan salah satu indikator kondisi masyarakatnya. "Akan tetapi,
harus bisa ditentukan dahulu kejahatan itu berpola atau tidak. Polisi pasti bisa
memastikannya," kata Budi Radjab.Jika memang berpola, bisa disimpulkan peluang
melakukan kejahatan di Indonesia sudah begitu lebar. Pemicunya tidak hanya ketimpangan
sosial dan ekonomi. "Kelengahan kepolisian dan sistem penjara selama ini juga turut
memberikan peluang kejahatan," katanya.Di Indonesia, keterbatasan jumlah penjara
menyebabkan dicampurnya para penjahat dari kelas teri hingga kelas kakap. "Pencuri kaus
dengan pencuri uang triliunan rupiah ditempatkan dalam satu sel. Itu peluang untuk
belajar,"ujar Budi. Hal tersebut berbeda dengan di Eropa dan Amerika yang membuat
pengate-gorian penjara untuk setiap tingkat kejahatan perihal sistem penjara seperti itu
dibenarkan pakar hukum dan kriminologi Yes-mil Anwar. Oleh karena itu, terlepas dari
terpola atau tidak, dia memprediksi pelaku perampokan .adalah pemain lama yang notabene
adalah residivis. "Penjara adalah sekolah kejahatan paling bagus. Memang ada pembinaan,
tetapi pada kenyataannya para pembinanya justru menjadi kacung yang dibina,"
6
katanya.Hasilnya, ketika keluar dari penjara, para penjahat di Indonesia cenderung akan lebih
pandai dari sebelumnya. Mereka pun cenderung membentuk jaringan baru selepas dari
tahanan.Di sisi lain, lemahnya penegakan hukum, baik di penjara maupun di luar penjara,
membuat residivis semakin leluasa bertindak. Terlebih, saat terjadi perampokan di Jawa
Barat tersebut, kepolisian tengah sibuk mengurus masalah internal.
Kasus perampokan,meskipun terjadi di daerah yang berbeda, memungkinkan dua
sampai tiga kelompok yang sama melakukan perampokan di tempat berbeda. Setiap
kelompok pun, bisa jadi, saling mengenal. "Akan tetapi, ini bukan organized crime (kejahatan
terorganisasi) oleh satu jaringan," ujarnya. Proses yang terjadi secara beruntun, menurut dia,
karena kejahatan itu adalah "penyakit menular". Dengan lingkungan yang mendukung,
seperti lengahnya kepolisian, penyakit itu tumbuh subur. "Kejahatan itu bisa dipelajari.
Ketika ada kelompok yang dengan mudah bisa mengelabui polisi, modusnya akan segera
dipelajari oleh kelompok lain. Polisi seharusnya lebih profesional. Patroli pun diperketat.
Jangan hanya ketika kapoldanya mau lewat," tuturnya
D. Perilaku menyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai-nilai sub kebudayaan
menyimpang
Dalam proses sosialisasi, seseorang mungkin dipengaruhi oleh nilai-nilai
subkebudayaan yang menyimpang, sehingga terbentuklah perilaku menyimpang. Contoh :
seorang anak dibesarkan pada lingkungan yang menganggap perbuatan minum-minuman
keras, pelacuran, dan perkelahian sebagai hal yang biasa, maka anak tersebut akan melakukan
perbuatan menyimpang yang serupa. Menurut ukuran masyarakat luas, perbuatan anak
tersebut jelas bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, maka perbuatan anak tersebut
dapat dikategorikan menyimpang. Perilaku menyimpang tersebut banyak berpengaruh
terhadap kehidupan masyarakat. Perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh anomi. Secara
sederhana anomi diartikan sebagai suatu keadaan di masyarakat tanpa norma. Konsep anomi
yang dikemukakan oleh Emilie Durkheim adalah keadaan yang kontras antara pengaruh
subkebudayaan dengan kenyataan sehari-hari dalam masyarakat. Seakan-akan tidak
mempunyai aturan-aturan untuk ditaati bersama. Keadaannya menjadi chaos atau kekacauan
yang sulit diatasi. Padahal cukup banyak aturan-aturan yang telah disepakati bersama dalam
masyarakat yang disebutk o n f o r m i t a s . Jika aturan ini dilanggar disebut deviasi. Apabila
pelanggaran sudah dianggap biasa, karena toleransinya pengawasan sosial, penyimpangan itu
akhirnya menjadi konformitas. Contoh: perbuatan menyuap penjaga lembaga pemasyarakatan

M enurut Robert K. M erton
keadaan anomi dapat menyebabkan penyimpangansosial. Dikatakan bahwa dalam
proses sosialisasi individu-individu belajar mengenal tujuan-tujuan penting dalam
kebudayaan dan juga mempelajari cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan
budaya tersebut. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya
dengan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya tersebut. Menurut Merton, ada lima tipologi
tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut yaitu konformitas, inovasilitualisme,
pengasingan diri, dan pem-berontakan.
E.Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial adalah satu tindakan yang melanggar nilai dan norma social
sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna yang dijalani individu baik di
lingkungan keluarga maupun masyarakat pada umumnya. Keberhasilan suatu proses
sosialisasi bagi individu, yaitu dengan ditunjangnya peranan orang dewasa (orang tua, guru,
dan tokoh masyarakat), situasi, media sosialisasi, dan sarana prasarana penunjang lainnya.
a. Peranan Orang Dewasa Orang dewasa yang tidak berhasil dalam menyediakan
akomodasi yang baik untuk kelancaran proses sosalisasi bagi generasi muda, dapat
berpengaruh negative pada pembentukan kepribadian seseorang, yakni perilaku yang
menyimpang dalam interaksi sosial. Seperti adanya larangan merokok untuk anak
atau siswa, akan tetapi yang melarangnya yaitu orang tua atau guru, setiap harinya
merokok, dan tentu saja larangan tersebut dianggap tidak adil bagi si anak tersebut,
sebagai akibatnya larangan tersebut dilanggarnya. Upaya peranan orang dewasa
dalam pencegahan dan pengendalian penyimpangan dapat dilakukan dengan cara
mendidik, mengajak, memberi contoh, dan bahkan memaksa melalui bentuk teguran,
pendidikan, ajaran agama, hukuman.
b. Peranan Situasi Lingkungan Situasi lingkungan yang dimaksud adalah situasi
lingkungan keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, dan media
massa. Dalam situasi lingkungan apabila individu tidak memperoleh kesempatan
untuk melakukan proses sosialisasi secara efektif dan tidak mempunyai kesempatan
untuk mengaktualisasikan nilai dan norma tersebut, maka cenderung individu tidak
melakukan proses sosialisasi yang tidak sempurna. Akhirnya mengarahkan ke bentuk
perilaku yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang dikekang dan selalu
diberlakukan secara tidak adil maka lambat laun si anak tersebut akan melakukan
tindakan yang negatif terhadap lingkungannya.
c. Peranan Kesempatan Sosialisasi Bila individu tersebut cenderung tidak mempunyai
kesempatan dalam melakukan sosialisasi secara sempurna, baik di keluarga,
masyarakat maupun lingkungan sekolah maka individu tersebut akan mengalami
kesulitan dalam penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungannya. Misalnya,
anak yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali maka ia tidak akan mengetahui
perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, ataupun nilai-nilai sosial yang berlaku
dalam masyarakat. Proses sosialisasi berjalan tidak sempurna karena materi informasi
dan media sosialisasi yang satu dengan yang lainnya saling bertentangan, selain itu
juga dapat mengakibatkan konflik pribadi pada diri seorang anak.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan

Perilaku menyimpang dalam konteks agama, secara ekstrem perilakunya diberikan
stempel sebagai pendosa atau orang sesat, termasuk ajaran dan faham yang disiarkannya
kepada masyarakat dianggap bertentangan dengan syariat maupun akidah agama disebut
sebagai ajaran sesat. Dalam beberapa bukunya, seperti yang tercamtum di bawah, Hery
Santoso (HS Harding) banyak mengungkapkan contoh kasus yang telah lama berkembang
dan tersembunyi di dalam kehidupan seharihari, terutama tentang perilakuperilaku yang
menyimpang di luar dari batas kelaziman dan social budaya yang menjadi kesepakatan
masyarakat.
Penyimpangan perilaku yang bersifat individual atau personal (pribadi) dan tidak
menggeret pada seseorang, orang kedua, atau pihak lain di luar dirinya, dapat terjadi
dikarenakan adanya pengaruh dari pengalaman di masa lalunya yang kebanyakan "kurang
menyenangkan", hingga menumbuhkan rasa (sense) semacam "virus" yang keliru di dalam
pandangan (persepsi dan interpretasi)nya.
C.Saran
Penyimpangan /permasalahan social yang terjadi di sekitar kita terjadi adanya
pengaruah informasi dan budaya yang di di hubungkan oleh budaya dari kelom[pok maupun
personal.untuk itu demi meyelematkan orang-orang yang kita sayangi dari perbuatan
penyimpangan social. Hendaknya kita lebih aktif untuk menjalin koordinasi dan mempererat
tali silahturohmi.serta mengutkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.semogqa kita
semua termasuk dari oarng yang selamat dari penyimpangan /masalah social.

DAF TAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang
Jurnalskripsi.com



Lylie_Gorgeous

Sabtu, 05 Maret 2011

Hujan Meteor ( Meteor Shower) on May 2010

May 6, 2010

Hallow Dunia . . . . .

Masih ingat kan dengan hujan meteor yang terjadi pada bulan April kemarin??. Yup, hujan meteor Lyrid. . .Dari beberapa sumber berita, diduga bahwa hujan meteor tersebut berdampak buruk bagi sebagian warga Indonesia. Dampak tersebut adalah rumah sebagian warga yang tiba – tiba saja rusak karena kejatuhan benda asing dari langit. . Benda asing tersebut mengakibatkan rumah warga porak – poranda. . Dari beberapa info, sesaat setelah menubruk rumah, benda tersebut sempat mengeluarkan seperti bunyi ledakan. . Tapi, anehnya benda yang menubruk rumah tersebut tidak diketahui keberadaannya (tapi yang jelas ini bukan setan dan sebagainya lo ya!!!hehehe). Dari olah TKP yang telah dilakukan, diduga bahwa benda yang jatuh tersebut adalah pecahan dari meteor lyrid yang jatuh kemarin. . Pecahan meteor tersebut tidak habis terbahar atmosfir dan jatuh ke bumi. . . Wah2, bahaya juga y???

Nah dari software yang saya miliki, kemarin saya iseng – iseng lihat peta langit pada bulan May ini, , , daaaaaannnnn……………………………… ternyat pada bulan May ini juga akan terjadi hujan metero lagi. . . Letak dari hujan meteor kali ini tidak jauh dari hujan meteor kemarin, yaitu berada pada sekitar rasi Lyra. . Nama meteor ini pun tidak jauh beda, namanya adalah meteor Eta Lyrid (mungkin saudaranya meteor Lyrid. . .hehe). . .

Berikut gambar dari prediksi peta langit pada tanggal 9 May 2010 :

Dari gambar peta langit tersebut, terdapat tanda silang warna merah. Nah, itulah titik letak hujan meteor yang akan terjadi bulan May ini. Dari gambar tersebut, dapat diketahu bahwa hujan meteor akan terjadi di sekitar rasi Lyra. . . Hujan meteor tersebut akan terjadi mulai tanggal 3 sampai 12 May 2010, dan puncaknya pada tanggal 9 May 2010. . .

Bagi penduduk bumi bagian selatan mungkin tidak akan dapat melihat hujan meteor ini. Tapi bagi penduduk Indonesia tenang saja. Di Indonesia, hujan meteor ini masih dapat dilihat meskipun letaknya sangat rendah. . Bagi anda yang berada di kota besar, mungkin akan kesulitan melihat fenomena ini. . .Untuk melihat fenomena ini, anda harus berada pada daerah yang sangat lapang ( saya sarankan di Bandara ), hal ini di karenakan letak titik hujan meteor ini yang rendah atau dekat dengan horison. . .

Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda, terutama yang menyukai bidang astronomi. . .

Dan semoga rumah kita tidak menjadi korban keliaran meteor ini. . . . Amiiiin. . .

Selamat Menikmati!!!!

Yang udah baca tolong kasih komentar anda ya, demi perkembangan blog ini . . .

Terimakasih. . . .


Lylie_Gorgeous

Bima Sakti dan Andromeda Bertabrakan

Tabrakan dua galaksi tersebut akan terjadi dalam waktu 3 miliar tahun yang akan datang.
Rabu, 2 Februari 2011, 15:16 WIB
Muhammad Firman
Citra galaksi andromeda berdasarkan pantauan satelit NASA. (AP Photo/NASA, ESA)
BERITA TERKAIT

* Andromeda, Galaksi Rakus Makin Mendekat
* Ini Dia Pesawat Tenaga Surya Pertama
* Ditemukan, Planet Terpanas di Jagad Raya
* Meledak, Apa yang Terjadi pada Challenger?
* FOTO: Spaceport America, Bandara Luar Angkasa

VIVAnews - Galaksi Andromeda dan galaksi Bima Sakti tempat planet Bumi berada merupakan dua galaksi raksasa yang bertetangga. Keduanya hanya terpisah jarak 2,5 juta tahun cahaya atau sekitar 18,8 triliun kilometer.

Sebelumnya, galaksi Andromeda memiliki ukuran lebih kecil. Namun sepanjang perjalananan hidupnya, galaksi itu “memakan” sejumlah galaksi kecil yang terbang di dekatnya akibat besarnya gaya gravitasi yang dimiliki. Akhirnya ukuran Andromeda kurang lebih sama besar dengan Bima Sakti.

Yang menarik, seperti dikutip dari Msnbc, 2 Februari 2011, saat ini galaksi Bima Sakti dan Andromeda saling mendekat dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per detik dan akan bertabrakan.

Namun, jaraknya yang masih sangat jauh membuat tabrakan super raksasa ini baru akan terjadi sekitar 3 miliar tahun yang akan datang. Lalu, apakah bumi akan hancur? Untuk mengetahuinya, astronom menggunakan simulasi superkomputer dan mengkalkulasikan skenario yang mungkin terjadi saat Andromeda dan Bima Sakti saling beradu.

Video simulasi yang dibuat menggunakan 100 juta partikel virtual. Film yang dibuat menyoroti ruangan dengan sudut pandang selebar sekitar 10 juta triliun kilometer. Adapun durasi waktu yang direkam oleh simulasi komputer itu mencapai 1 miliar tahun.

Pada video, galaksi Bima Sakti datang dari arah bawah dan Andromeda dari atas.

“Diperkirakan, bintang-bintang di kedua galaksi, termasuk matahari milik tata surya kemungkinan besar tidak akan saling bertubrukan,” kata John Dubinski, astronom dari Canadian Institute for Theoretical Astrophysics, University of Toronto.

Namun demikian, kata Dubinski, gaya gravitasi milik kedua galaksi kemungkinan akan saling menarik, saling berpelintir, dan membelokkan, hingga setelah satu miliar tahun kemudian, galaksi berbentuk elips yang merupakan kombinasi dari Andromeda dan Bima Sakti lahir.

Setelah penggabungan Andromeda dan Bima Sakti tersebut selesai, proses itu akan menyisakan puing-puing berserakan di antariksa. Berikut video: Galaksi Andromeda dan Bima Sakti Saling Mendekat. (Haydenplanetarium.org/Edliadi)
• VIVAnews

Lylie_Gorgeous

Astronom Temukan Calon Planet di Balik Pluto

Tyche, nama calon planet itu berjarak 15 ribu kali lebih jauh dibanding Bumi ke Matahari.
Rabu, 16 Februari 2011, 12:42 WIB
Muhammad Firman
Astronom menemukan bukti adanya 'planet' lain di belakang Pluto. (Corbis)
BERITA TERKAIT

* Astronom Temukan Lubang di Matahari
* Setelah 257 Hari, Kosmonot 'Mendarat' di Mars
* FOTO: Komet Tempel 1 Dekati Satelit NASA
* Komet Tempel dekati Satelit NASA
* Berapa Lama Umur Matahari?

VIVAnews - Bertahun-tahun lalu, di sekolah kita diajarkan bahwa tata surya terdiri dari Matahari dan 9 buah planet. Akan tetapi, sejak diluncurkannya berbagai teleskop, pesawat, dan satelit, ruang angkasa menjadi lebih kompleks.

Saat Pluto didegradasi statusnya dari planet menjadi planet kerdil, lima tahun lalu, kita cukup terkejut. Tata surya tinggal dihuni 8 planet. Bagan dan model tata surya yang dipasang di ruang kelas di seluruh dunia harus diubah. Buku pelajaran harus ditulis ulang.

Namun, kini ilmuwan memiliki bukti-bukti kuat bahwa ada planet ke 9 berotasi di belakang Pluto. Dan planet ini ukurannya cukup besar.

Dari bukti-bukti yang ditangkap oleh teleskop ruang angkasa Wise milik NASA, planet raksasa ini tersembunyi di balik Oort Cloud, piringan awan yang terdiri dari benda-benda angkasa yang berada di titik terjauh sistem tata surya.

Oleh Daniel Whitmire dan John Matese, astrofisikawan dari University of Louisiana at Lafayette, Amerika Serikat, benda langit yang sedang diajukan untuk mendapat status ‘planet’ tersebut diberi nama Tyche. “Data-data awal seputar Tyche akan dipublikasikan April mendatang,” kata Whitmire, seperti dikutip dari Time, 16 Februari 2011.

“Setelah itu, planet tersebut kemungkinan akan mengungkapkan dirinya sendiri dalam dua tahun ke depan,” ucapnya.

Whitmire menyebutkan, setelah lokasi Tyche berhasil dipastikan, terserah pada International Astronomical Union (IAU) untuk menentukan apakah Tyche akan mendapat status planet secara penuh.

“Yang jadi masalah bagi IAU untuk meloloskan status planet adalah, kemungkinan besar Tyche terbentuk dari bintang lain,” kata Whitmire. “Ia kemudian ditarik oleh gaya gravitasi milik Matahari dan membuatnya berotasi pada sistem tata surya kita,” ucapnya.

Sebagai informasi, Tyche diperkirakan memiliki ukuran 4 kali lebih besar dibanding Jupiter dan mengorbit pada jarak 15 ribu kali lebih jauh dibanding jarak Bumi dan Matahari atau 375 kali lebih jauh dibandingkan dengan jarak Pluto dengan Matahari.

Kemungkinan, Tyche terdiri dari hidrogen dan helium dan memiliki atmosfir dan punya beberapa bulan seperti milik Jupiter. “Data dari Wise mengungkapkan bahwa Tyche empat sampai lima kali lebih panas dibanding Pluto, yakni mencapai -73 derajat Celcius.

“Panas tersebut merupakan sisa-sisa suhu dari proses pembentukannya,” kata Whitmire. “Obyek langit sebesar ini membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi dingin,” ucapnya.
• VIVAnews

Lylie_Gorgeous

Astronom Bikin Alat Pendeteksi Alien

Alat yang dibuat didesain untuk mampu mendeteksi sinyal terkecil sekalipun.
Jum'at, 18 Februari 2011, 00:27 WIB
Muhammad Firman
Alat yang dibuat didesain untuk mampu mendeteksi sinya kecil terkecil sekalipun yang dihasilkan oleh planet berukuran hingga sekecil planet Bumi. (ESO/L. Calçada)
BERITA TERKAIT

* Dua Kosmonot Berhasil Pulang ke Bumi
* Astronom Temukan Calon Planet di Balik Pluto
* Matahari Lontarkan Lidah Api Terbesar ke Bumi
* Astronom Temukan Lubang di Matahari
* Setelah 257 Hari, Kosmonot 'Mendarat' di Mars

VIVAnews - Sebuah instrumen sedang dibuat di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Amerika Serikat. Instrumen itu akan digunakan pada salah satu teleskop terbesar dan terkuat yang pernah dibuat ilmuwan yang ada di Canary Islands, Spanyol.

Alat ini nantinya akan digunakan oleh astronom untuk membantu melengkapi data yang diperoleh pesawat ruang angkasa Kepler dalam mencari dan mengkarakteristikkan planet-planet alien yang diduga berpotensi mengandung kehidupan.

Instrumen spectograph yang disebut sebagai HARPS-North (Hight-Accuracy Radial velocity Planet Searcher) itu didesain untuk mendeteksi sinyal yang kecil sekalipun yang dihasilkan oleh planet hingga sekecil Bumi yang mengorbit dekat dengan bintangnya.

“Selama ini, Kepler memberikan informasi ukuran planet berdasarkan banyaknya cahaya yang ia blokir saat melintas di depan bintangnya,” kata David Latham, astronom Smithsonian, seperti dikutip dari Space, Kamis, 17 Februari 2011.

Latham menyebutkan, kini pihaknya membutuhkan alat untuk mengukur massa planet, sehingga peneliti bisa mengetahui kepadatan planet yang bersangkutan. “Alat ini memungkinkan kami membedakan planet batu dan planet air dari objek yang didominasi oleh atmosfir yang penuh hidrogen dan helium,” ucapnya.

Cara kerja spectograph tersebut adalah dengan memisahkan cahaya dari sebuah bintang ke dalam komponen panjang gelombang atau warna, sama seperti cara kerja sebuah prisma. Elemen kimia kemudian akan digunakan untuk menyerap sinar dengan warna tertentu, dan meninggalkan garis hitam di dalam spektrum bintang.

Garis-garis ini perlahan berubah posisi karena pengaruh gravitasi dari planet yang mengorbit bintang mereka dan memungkinkan peneliti melakukan pengukuran.

“HARPS-N akan meneliti objek yang paling menarik yang ditemukan oleh Kepler,” kata Dimitar Sasselov, direktur pada Harvard Origins of Life Initiative, pusat penelitian yang mempelajari pembentukan planet dan pendeteksian sumber serta evolusi awal dari kehidupan.

Sasselov menyebutkan, HARPS-N akan bekerja sama dengan Kepler dan dijadwalkan akan mulai melakukan pengukuran pada April 2012. (art)
• VIVAnews

Lylie_Gorgeous

Matahari Lontarkan Lidah Api Terbesar ke Bumi

Coronal Mass Ejection (CME) membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk tiba di Bumi.
Rabu, 16 Februari 2011, 11:15 WIB
Muhammad Firman
Cahaya aurora, efek yang terjadi saat angin dari badai Matahari menghantam medan magnet planet Bumi. (AP)
BERITA TERKAIT

* Astronom Temukan Lubang di Matahari
* Setelah 257 Hari, Kosmonot 'Mendarat' di Mars
* FOTO: Komet Tempel 1 Dekati Satelit NASA
* Komet Tempel dekati Satelit NASA
* Berapa Lama Umur Matahari?

VIVAnews - Matahari melepaskan lidah api terbesar selama empat tahun terakhir. Letusan yang terjadi pada 14 Februari di belahan barat atau 15 Februari di kawasan timur Bumi tersebut melontarkan gelombang besar yang mengandung partikel gas bermuatan listrik ke ruang angkasa.

Badai Matahari itu juga memancarkan sinar radiasi yang akan menghantam Bumi. Kini awan raksasa yang mengandung partikel tersebut sedang mengarah ke arah planet kita.

Umumnya, Coronal Mass Ejection (CME), sebutan untuk fenomena tersebut, membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk tiba di Bumi. Efeknya, radiasi itu memicu munculnya aurora borealis, atau Cahaya Utara di garis lintang atas dan kadang muncul hingga di kawasan utara Amerika Serikat.

Dari pengamatan, letusan dahsyat tersebut tercatat mencapai Class X2.2 dalam skala lidah api Matahari. Ia merupakan lidah api kelas X pertama yang hadir di aktivitas siklus Matahari yang dimulai pada tahun lalu.

Sebagai informasi, kini Matahari sedang menuju ke solar maximum atau titik di mana aktivitas di permukaan matahari sedang mencapai puncaknya, yang diperkirakan akan terjadi pada 2013 mendatang.

“Lidah api itu merupakan yang terbesar sejak 6 Desember 2006,” kata Phil Chamberlin, Deputy Project Scientist, Solar Dynamics Observatory NASA, seperti dikutip dari Space, 16 Februari 2011. “Sebelumnya muncul petunjuk bahwa akan ada peluang munculnya lidah api yang sedang sampai besar (kelas M atau lebih), namun kami terkejut saat mengetahui bahwa lidah api yang dilontarkan merupakan kelas X yang lebih besar,” ucapnya.

Lidah api kelas X merupakan tipe lidah api yang paling kuat yang bisa dilontarkan Matahari. Ada dua kategori lain di bawahnya yakni kelas M yang memiliki kekuatan medium namun cukup bertenaga, dan kelas C yang merupakan lontaran radiasi yang paling lemah.

Lontaran lidah api sebesar itu akan memancarkan sinar X, radiasi ultraviolet dosis tinggi serta menghembuskan angin Matahari ke arah Bumi.

Setibanya di Bumi, elektron dan proton dari angin Matahari akan bersinggungan dengan medan magnet dan mengarahkannya ke kutub magnetik planet ini. Gangguan tersebut dapat menghadirkan badai geomagnetik di medan magnet planet Bumi.

“Badai geomagnetik berpotensi terjadi setelah 36 hingga 48 jam setelah CME tiba di Bumi,” ucap Chamberlin.

Baca juga: Wanita Ini Melahirkan Cucu Sendiri & Ciuman Pertama Berakhir Kematian
• VIVAnews


Lylie_Gorgeous

Ada Kehidupan di Planet Mirip Bumi?

Planet ini memiliki volume dan diameter lebih kecil dibandingkan Bumi.
Selasa, 22 Februari 2011, 16:04 WIB
Muhammad Chandrataruna
Galaksi Bimasakti
BERITA TERKAIT

* Letusan Matahari Membawa Berkah
* FOTO: Mimas, Bulan Milik Saturnus
* Letusan Bintik Matahari Kacaukan Bumi
* Sensus: Ada 50 Miliar Planet di Bima Sakti
* FOTO: Bintang Baru Lahir di Galaksi Tetangga

VIVAnews - NASA, badan antariksa milik AS NASA, baru-baru ini mengidentifikasi 'dunia' baru yang dikenal dengan KOI 326.01. Planet ini memiliki volume dan diameter lebih kecil dibandingkan Bumi dengan temperatur sedikit lebih rendah dari air mendidih. Tetapi, sejauh ini KOI 326.01 menjadi planet yang termirip dengan Bumi, setidaknya dari segi ukuran.

Planet KOI 326.01 telah ditangkap pertama kali oleh Teleskop Kepler. Teleskop tersebut bekerja untuk mendeteksi planet-planet ekstrasolar (berada di luar tata surya). Ia mampu mengamati 150.000 bintang terdekat Bumi di ruang angkasa.

Dari ratusan ribu bintang yang citranya terjangkau, teleskop Kepler mengamati segala perubahan cahaya samar menuju bintang. Jika ada bayangan atau obyek yang mengganggu pandangan ke arah bintang, bisa jadi itu adalah planet.

Sejauh pengamatan terhadap KOI 326.01, ilmuwan planet dari Ames Research Center NASA William Borucki mengatakan, "Ini obyek kecil, kandidat kecil."

"Astronom pun bahkan tidak mengetahui berapa ukuran bintang induknya. Sebab itu, sulit untuk mengetahui karakteristik planet yang mirip Bumi itu. Sampai kini, belum ada konfirmasi lebih lanjut," tandas dia, yang juga bertanggung jawab sebagai kepala tim sains Kepler, seperti dikutip dari TG Daily, Selasa 22 Februari 2011.

Sementara itu, Sara Seagar dari MIT mengatakan pengamatan melalui teleskop Kepler adalah langkah pertama tim menuju pengungkapan karakteristik planet-planet selain Bumi. Inisiatif di masa mendatang, dikatakan Sarah, adalah mengetahui adanya kehidupan atau tidak, serta memahami karakter planet beserta isinya secara umum jika mereka menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Pertanyaan-pertanyaan di atas belum bisa terjawab dengan satu teleskop ini. Ini baru langkah awal. Ke depan, kami akan menciptakan teknologi yang bisa menjawab semua pertanyaan itu," ujar Sarah yang juga tergabung menjadi anggota tim Kepler.

Memang, ada perkiraan bahwa satu dari 200 bintang di ruang angkasa pasti terdapat sebuah planet yang memiliki zona layak huni oleh makhluk hidup, atau seperti kehidupan seperti Bumi.

Planet KOI 326.01 salah satunya? Itu masih misteri. Tapi, menurut beberapa ilmuwan, planet seukuran Bumi itu merupakan salah satu planet yang cocok untuk kehidupan alternatif penghuni Bumi.

"Ada banyak sekali laut di permukaan planet-planet yang ada di luar sana. Sangat menarik untuk dieksplorasi apakah ada kehidupan atau tidak," tutur Borucki. "Tapi, untuk menuju ke sana, kita perlu waktu bertahun-tahun sejak data pertama ditemukan."
• VIVAnews

Lylie_Gorgeous

Astronom Jadi Saksi Kelahiran Planet Baru

Pencitraan ini tertangkap di sebelah selatan konstelasi bintang Chamaeleon.
Rabu, 2 Maret 2011, 11:57 WIB
Muhammad Chandrataruna
Ilustrasi: Bintang Baru Lahir di Galaksi NGC 2841 (space.com)
BERITA TERKAIT

* VIDEO: Letusan Bintik Matahari Kacaukan Bumi
* Robot NASA Gagal Tuntaskan Misi Luar Angkasa
* Discovery Tiba di Stasiun Ruang Angkasa
* Belasan Asteroid Dekat Bumi?
* Ada Kehidupan di Planet Mirip Bumi?

VIVAnews - Sejumlah astronom meyakini bahwa mereka baru saja menyaksikan sebuah planet yang sedang dalam proses pembentukan. Gambar itu ditangkap oleh teleskop Very Large milik European Southern Observatory (ESO).

Menggunakan teleskop tersebut, sebuah tim internasional memeriksa material tata surya di sekitar bintang muda. Dan, untuk pertama kalinya tim menemukan pendamping yang lebih kecil, yang sedang mengalami proses pembentukan.

Transisi dari kumpulan debu menjadi sistem planet - atau tata surya baru dalam istilah astronomi - berlangsung sangat cepat. Beberapa objek tetap dapat ditangkap selama fase tersebut.

Namun, hingga kini, tim astronom belum dapat memastikan apakah objek yang tertangkap itu sebuah planet baru atau sekadar objek luar angkasa biasa berwarna coklat.

Pencitraan itu ditangkap astronom di sekitar T Chamaeleontis, bintang redup yang terletak di sebelah selatan konstelasi bintang Chamaeleon, yakni bintang besar yang menyerupai matahari.

Namun, dibandingkan matahari, usianya diperkirakan masih belia. Bintang yang terletak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi itu diperkirakan baru berusia tujuh juta tahun. Sementara itu, matahari, yang menurut para ilmuwan terbentuk karena ledakan big bang, lahir sekitar 14.000 juta tahun lalu.

"Studi sebelumnya menunjukkan bahwa T Cha merupakan objek yang sangat bagus untuk mempelajari bagaimana sebuah sistem planet terbentuk," ujar Johan Olofsson dari Max Planck Institute for Astronomy, Rabu 2 Maret 2011.

"Tapi, jarak bintang ini cukup jauh. Kami membutuhkan kinerja penuh Very Large Telescope Interferometer (VLTI) untuk merinci dengan sangat baik apa yang terjadi di dalam kumpulan debu itu," tuturnya. (art)
• VIVAnews


Lylie_Gorgeous

Jumat, 04 Maret 2011

Kunjungan Observatorium Bosscha

Info Kunjungan
Observatorium Bosscha merupakan fasilitas penelitian astronomi milik ITB. Sebagai sarana untuk praktikum dan belajar mahasiswa astronomi ITB serta para peneliti lain dari berbagai multi disiplin ilmu seperti Elektronika, Fisika Teknik, Fisika, Arsitektur Teknik Mesin, dan disiplin ilmu lain yang memiliki minat dalam Instrumentasi, observasi , ataupun teoritik, baik universitas atau lembaga dalam maupun luar negeri.
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, Observatorium Bosscha membuka kunjungan terbatas. Karena banyaknya permintaan kunjungan dari masyarakat dan padatnya kegiatan yang dilakukan di Observatorium Bosscha, kami perlu mengatur kunjungan agar masyarakat umum terlayani dan aktifitas akademis juga terus berjalan dengan jadwal sebagai berikut (mulai berlaku Maret 2010):
Jenis Kunjungan Hari Jam Kapasitas
Kunjungan Siang
Rp 7.500/orang Selasa - Kamis
(rombongan sekolah/institusi) Sesi I : 09.00
Sesi II : 11.00
Sesi III : 13.00 200 Orang
200 Orang
200 Orang
Jumat
(rombongan sekolah/institusi) Sesi I : 09.00
Sesi II : 13.00 200 Orang
200 Orang
Sabtu
(khusus keluarga/perorangan) 09.00 - 15.00
(sesi terakhir
dimulai jam 14.00)
Kunjungan Malam
Rp 10.000/orang April -Oktober
(3 hari per bulan)
Jadwal kunjungan malam
(malam umum)
tahun 2011 akan diumumkan
bulan Maret. 17.00 - 20.00 200 Orang
Untuk kunjungan siang, pengunjung dapat:
• mengunjungi teleskop Zeiss (tidak meneropong)
• mendapat info astronomi di ruang multimedia
• Mengamati matahari dengan Real Time Solar Telescope melalui gambar proyeksi, tidak meneropong satu-satu
Sedangkan untuk kunjungan malam, jika langit cerah (tidak mendung/hujan), pengunjung dapat
• mengunjungi teleskop Zeiss (tidak meneropong)
• mendapat info astronomi di ruang multimedia
• mengamati bulan & objek-objek lain menggunakan teleskop Unitron dan Bamberg dengan cara mengantri satu per satu.
Observatorium Bosscha TIDAK menerima kunjungan pada:
• Hari Senin (ada perawatan instrumen)
• Hari Minggu dan hari libur nasional
• Pergantian tahun (tanggal 24 Desember -5 Januari)
• Seminggu sebelum dan sesudah Idul Fitri.

Perlu diingat lagi bahwa Observatorium Bosscha adalah fasilitas penelitian astronomi, sehingga mohon kerja sama dari pengunjung untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak mencorat-coret failitas di Observatorium serta ikut serta dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan Observatorium. Karna kunjungan siang dilakukan pada jam kerja, mungkin pengunjung akan menemui beberapa orang yang sedang bekerja siang hari di Observatorium. Mohon berkoordinasi dengan petugas penerima kunjungan dan satuan pengaman agar kegiatan kunjungan bisa berjalan lancar.
Fasilitas penelitian astronomi ini memiliki lingkungan yang dijaga agar tetap gelap saat malam hari, sehingga sangat tidak disarankan datang ke Observatorium Bosscha baik untuk melihat-lihat atau menanyakan kunjungan publik saat malam hari, karena selain tidak terakomodasi, jika sedang ada pengamatan, bisa mengganggu proses pengamatan, apalagi lampu kendaraan bisa mengganggu pengambilan data. Observatorium Bosscha dapat mengubah jadwal berkunjung sewaktu-waktu. Mohon untuk sering melihat halaman ini untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kunjungan di Observatorium Bosscha.
Perhatikan aturan berkunjung ke Observatorium Bosscha.



Aturan Kunjungan
Demi kenyamanan kunjungan dan aktivitas penelitian di Observatorium Bosscha, maka ada beberapa aturan berkunjung yang harus ditaati. Hal ini juga dimaksudkan untuk menghindari kekecewaan dan hal-hal yang kurang berkenan ketika berkunjung.
Ketentuan Berkunjung;
1. Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu setidaknya 2 (dua) minggu sebelum berkunjung.
2. Pendaftaran dapat dilakukan dengan cara mengirim surat yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha via pos atau faksimil.
3. Pengunjung akan mendapat balasan apabila kunjungannya diterima.
4. Pengunjung yang membatalkan kunjungan hendaknya memberitahukan ke Observatorium Bosscha lewat surat atau faksimil
5. Pendaftaran tidak dapat diwakilkan oleh agen biro perjalanan/travel.
6. Harap datang tepat waktu. Pengunjung yang datang terlambat, hanya kami terima sampai akhir sesi yang terjadwal.
Misal, pengunjung mendaftar untuk kunjungan jam 9.00-10.30, namun datang terlambat jam 10.00 karena jalan yang macet. Kami hanya akan menerima kunjungan dari jam 10.00 sampai 10.30 karena jam 11.00 (sesi berikutnya) ada pengunjung lain.
Dari jam 10.30 sampai jam 11.00 kami gunakan untuk mempersiapkan kunjungan sesi berikutnya.
7. Observatorium Bosscha dapat menolak/membatalkan kunjungan bila:
a. ada kegiatan internal mendesak
b. jumlah pengunjung terdaftar sudah melebihi kapasitas (200 Orang)
8. Siswa harap mengenakan seragam sekolah, sedangkan pengunjung umum mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.
9. Pengunjung tidak boleh membawa binatang peliharaan.
10. tidak diperbolehkan mengadakan acara di Observatorium Bosscha (misalnya: pebagian rapor, foto pre-wedding, games, outbond, dll).
11. Apabila datang menggunakan bus atau kendaraan besar lain, diparkir di bawah (kira-kira 800 meter dari Observatorium Bosscha).
12. Informasi maupun pendaftaran kunjungan via telepon dan faksimil hanya dilayani pada jam kerja.

Observatorium Bosscha TIDAK menerima kunjungan pada:
• Hari Senin (ada perawatan instrumen)
• Hari Minggu dan hari libur nasional
• Pergantian tahun (tanggal 24 Desember -5 Januari)
• Seminggu sebelum dan sesudah Idul Fitri.

Jam Kerja bagian pendaftaran kunjungan:
Hari Jam
Senin - Kamis 08.00 - 12.00
13.00 - 15.00
Jumat 08.00 - 11.00
13.00 - 15.00
Sabtu 08.00 - 11.00
Mohon untuk sering melihat halaman ini untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kunjungan di Observatorium Bosscha.
Terkait:
Cara mendaftar


Pendaftaran Kunjungan
Untuk mendaftar, silakan mengirim surat via pos atau faksimil yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha dengan alamat sebagai berikut:
Observatorium Bosscha
FMIPA Institut Teknologi Bandung
Lembang, Bandung 40391
Jawa Barat, Indonesia
No Fax.: +62-22-2786001
Surat harus resmi (menggunakan kop surat dan berstempel) dan cantumkan:
• Hari dan tanggal berkunjung
• Jam berkunjung
• Jumlah orang yang akan berkunjung
• Kelompok usia pengunjung (TK, pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, guru, atau keluarga)
Pengunjung akan dicatat di buku pendaftaran setelah surat diterima. Pendaftaran secara lisan/lewat telpon/email (kecuali untuk perorangan atau keluarga) tidak kami layani.
Observatorium Bosscha tidak menerima pendaftaran dari agen biro perjalanan atau travel.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi bagian pendaftaran:
Telp. : +62-22-2786001 (hanya dilayani pada hari dan jam kerja)
E-mail : kunjungan[at]as.itb.ac.id

Silakan lihat:
Informasi kunjungan
Peraturan kunjungan




Lylie_Gorgeous

International Astronomy Olympiad

Bersama Dr. Chatief Kunjaya

International Olympiad on Astronomy and Astrophysics

Garis-garis pada
Spektrum Bintang


Βintang memancarkan cahaya sendiri karena ada peristiwa pembangkitan energi di pusatnya. Energi yang tercipta kemudian merambat kepermukaan dan akhirnya dipancarkan keluar dari bintang itu sebagai radiasi elektromagnetik dalam berbagai panjang gelombang. Ѕifat-sifat radiasi yang dipancarkan oleh bintang antara lain dijelaskan oleh hukum Ρlanck.

Gambar 1 Kurva distribusi energi Planck untuk benda hitam bersuhu 7000 K, puncaknya berada pada λ ≈ 4100Å

Menurut Ρlanck, suatu benda yang memiliki sifat sebagai pemancar dan penyerap yang baik akan memancarkan radisi elektromagnetik dengan distribusi tertentu. Lebih tepatnya jika kita membuat grafik antara intensitas radiasi terhadap panjang gelombang kita akan mendapati bentuk seperti gunung (lihat gambar 1). Ρosisi puncak gunung itu ada pada panjang gelombang berapa, tergantung pada temperatur benda itu. Ѕemakin tinggi temperatur benda pemancar, letak puncak gunung itu akan semakin ke arah kiri (ke arah panjang gelombang yang lebih pendek). Jadi sebagai indikator temperatur benda pemancar radiasi.

Akan tetapi kalau kita perhatikan spektrum bintang-bintang, distribusi intensitas itu tidak semulus yang digambarkan oleh hukum Ρlanck, melainkan kebanyakan menampakkan adanya celah-celah tajam. Κalau kita lihat foto spektrumnya akan nampak garis-garis gelap yang bersesuaian dengan posisi celah-celah tajam itu, yang merupakan garis serapan.

Gambar 2 atas distribusi energi yang dipancarkan bintang kelas A yang bertemperatur sekitar 7500 K, bawah, spektrum bintang kelas A. Grafik diatas dapat diperoleh dengan merunut spektrum bintang sehingga grafik atas sering disebut spektrum satu dimensi

Ѕementara itu, ada bintang-bintang lain yang justru menampakkan bentuk seperti duri menonjol keatas pada spektrumnya. Jika kita lihat foto spektrumnya,bintang-bintang semacam ini menampakkan garis-garis terang, yang menunjukkan bahwa pada panjang gelombang itu intensitas radiasi yang dipancarkan bintang lebih tinggi daripada panjang gelombang sekitarnya. Ini yang disebut garis emisi.

Gambar 3 Contoh spektrum bintang yang mengandung garis emisi, sumber : www.astrosurf.com/~buil/us/peculiar2/wolf.htm

Βagaimana garis-garis serapan dan emisi itu dapat terbentuk ? Hal ini dapat dijelaskan oleh hukum Κirchoff. Jika cahaya terpancar dari sebuah sumber yang panas dan bertekanan tinggi, distribusi intensitasnya akan mulus seperti yang dijelaskan oleh hukum Ρlanck. Jika cahaya dari sumber itu melewati gas yang lebih dingin dan bertekanan rendah, maka akan terbentuk garis-garis serapan, dengan pola yang bergantung pada jenis gas yang dilewati. Ѕuatu gas bertekanan rendah yang dipijarkan atau mendapat cahaya dari arah lain akan memancarkan garis-garis emisi. Ρenjelasannya dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Proses terjadinya garis absorpsi dan emisi.


Βagaimana proses ini dapat terjadi pada bintang sehingga spektrum suatu bintang menampakkan garis absorpsi, sementara bintang lain garis emisi? Ѕebenarnya di atmosfir bintang proses emisi dan absorpsi selalu terjadi, dengan sumber cahaya kontinum yang berasal dari proses pembangkitan energi di pusat bintang, tinggal proses mana yang lebih dominan. Ρada bintang yang atmosfirnya tidak terlalu tebal dibandingkan dengan radius bintang, proses absorpsi akan lebih dominan, sedangkan pada bintang beratmosfir tebal proses emisi lebih dominan. Hal ini dapat dilihat pada gambar 5.

Gambar 5. Bintang beratmosfir tipis dan beratmosfir tebal.

Βagi pengamat, daerah yang menghasilkan garis absorpsi adalah atmosfir bagian A, sedangkan yang menghasilkan emisi adalah daerah Β. Ρada gambar 5a tampak volume daerah A lebih besar daripada daerah Β+ С, sehingga proses absorpsi lebih dominan dan spektrum bintang menampakkan garis-garis absorpsi. Ρada gambar 5b daerah A lebih kecil daripada daerah Β+ С, sehingga proses emisi lebih dominan dan spektrum bintang menampakkan garis-garis emisi.

Сontoh Soаl:Soаl Ρengolаhаn dаtа OSΝ 2005

Ѕpektrum bintang

Di bawah ini diperlihatkan empat buah spektrum bintang lengkap dengan garis-garis absorpsi yang tampak pada setiap spektrum. Nama-nama unsur kimia yang ditulis di bagian atas spektrum nomor I berlaku untuk keempat spektrum, sedangkan nama unsur yang berada di bagian bawah setiap spektrum hanya berlaku untuk spektrum di atasnya saja.

a. Urutkanlah keempat spektrum bintang di bawah berdasarkan temperaturnya mulai dari yang terpanas ke yang terdingin, dan jelaskan alasannya mengapa kamu mengurutkan seperti itu!

b. Ѕebutkan unsur atau elemen kimia pada garis spektrum yang diberi nomor 1, 2 dan 3 di bawah spektrum nomor I.

c. Jelaskan mengapa terjadi perbedaan penampakan garis-garis spektrum bintang seperti yang diperlihatkan di bawah.

Jawab:

a. Βintang IV adalah bintang yang dingin, terbukti dari adanya garis molekul TiO yang hanya bisa terbentuk pada temperatur rendah. Βintang III adalah yang terpanas, demikian panasnya sehingga Helium pun bisa terionisasi, lagipula bagian biru dari spektrumnya adalah yang paling terang. Adanya garis-garis Κ band dan G band pada bintang II menunjukkan temperatur yang tidak terlalu tinggi, lebih rendah dari bintang I,tapi lebih tinggi daripada bintang IV. Maka urutan bintang berdasarkan temperatur, dimulai dari yang terpanas adalah : III, I, II, IV

b. Dilihat dari urutan keteraturannya : 1. H , 2. H ,3. Hc.

c. Ρerbedaan penampakan garis-garis spektrum bintang itu karena perbedaan temperatur. Ρada bintang bertemperatur tinggi, Hidrogen banyak yang tereksitasi ke tingkat energi tinggi, bahkan ionisasi,sehingga yang tersisa di tingkat energi n=2 yang menyebabkan garis-garis Βalmer menjadi sedikit.Temperatur tinggi mampu mengionosasi Helium sehingga garis Helium terionisasi bisa nampak. Ρada bintang yang bertemperatur lebih rendah, lebih banyak Hidrogen di tingkat energi n=2, sehingga garis-garis Βalmer lebih kuat, dan paling kuat pada bintang kelas A yang diwakili oleh bintang I. Ρada bintang yang bertemperatur lebih rendah dari kelas A, banyak elektron yang berada dalam keadaan dasar sehingga yang di n=2 lebih sedikit dan garis Βalmer lebih lemah. Ρada bintang yang lebih dingin, lebih banyak elektron Hidrogen yang berada dalam keadaan dasar. Ѕehingga garis-garis Hidrogen Βalmer lebih lemah lagi bahkan tidak kelihatan, tapi muncul garis molekul TiO.





Hukum-Hukum Kepler

Oleh : Dr. Chatief Kunjaya

Hukum-hukum Kepler yang nampak begitu sederhana, ternyata tidak dihasilkan dengan mudah bahkan melalui kerja puluhan tahun. Prosesnya diawali dengan perancangan dan pembangunan fasilitas pengukuran koordinat benda langit raksasa yang disebut “quadrant” oleh Tycho Brahe. Dengan alat itu Tycho Brahe dapat melakukan pengukuran posisi benda langit dengan kecermatan melebihi alat lain di zamannya. Johannes Kepler (1571 – 1630) dapat menyusun hukumnya berdasarkan tumpukan data catatan hasil pengamatan Tycho Brahe yang memiliki kecermatan yang tinggi. Selama 25 tahun data dikumpulkan oleh Tycho Brahe yaitu data tinggi dan azimuth enam planet dari Merkurius hingga Saturnus. Data yang dikumpulkan oleh Tycho kemudian diolah, dianalisis dan diinterpretasikan oleh asistennya seorang ahli matematika Jerman yaitu Kepler setelah ia meninggal.
Hasil analisis Kepler terhadap data Tycho Brahe menunjukkan adanya perbedaan kecil tapi jelas dan mengandung keteraturan tertentu antara posisi planet yang diamati dengan yang dihitung dengan teori Ptolemeus atau Copernicus. Mengapa perbedaan ini tidak diketahui pada pengamatan sebelum zaman Tycho Brahe? Karena pengukuran sebelumnya tidak menggunakan alat yang akurat, sedangkan Tycho Brahe menggunakan “quadrant” alat ukur koordinat benda langit yang paling teliti saat itu. Sebelumnya, untuk mensinkronkan agar hasil pengamatan itu bisa cocok dengan teori heliosentris Copernicus, diperlukan epicycle yaitu lingkaran-lingkaran kecil yang merupakan komponen kedua lintasan orbit planet selain orbit utamanya yang

berupa lingkaran yang berpusat di Matahari. Mengapa planet bisa bergerak dalam lingkaran kecil epicycle ? Tidak ada penjelasan.

Kepler menemukan kenyataan bahwa data posisi planet-planet yang dikumpulkan oleh Tycho Brahe itu lebih cocok jika orbit planet diperkenankan berbentuk elips dengan Matahari sebagai pusatnya. Dengan cara demikian, gerak planet-planet dapat dipahami dengan lebih sederhana, tidak diperlukan lagi epicycle-epicycle. Temuan ini kemudian diformulasikan oleh Kepler sebagai :

Planet-planet mengelilingi Matahari dalam orbit elips, dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya.

Pernyataan ini kemudian terkenal sebagai Hukum Kepler I. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kecepatan anguler sebuah planet mengelilingi matahari juga berubah menurut waktu. Pada saat planet lebih jauh dari Matahari gerak orbitnya lebih lambat, dan pada saat planet lebih dekat kecepatannya lebih tinggi. Hal ini kemudian dirumuskan dalam bentuk lebih kuantitatatif sebagai Hukum Kepler II yaitu :

Garis hubung Matahari – Planet menyapu daerah yang sama untuk selang waktu yang sama.

Luas seluruh elips adalah πab, yang ditempuh dalam waktu P, sehingga luas daerah yang disapu persatuan waktu adalah

L = πab/P

dengan a setengah sumbu panjang, b setengah sumbu pendek dan P periode. Sumbu a dan b berhubungan dengan eksentrisitas sebagai berikut :

b2 = a2(1-e2)

Berdasarkan pengamatan bahwa semakin jauh planet dari Matahari periode orbitnya semakin panjang, dan didukung dengan data pengamatan yang sangat banyak, diperolehlah hubungan antara sumbu panjang orbit planet dan periodenya sebagai berikut :

Setengah sumbu panjang orbit pangkat tiga berbanding lurus dengan periode pangkat dua

a3 = kT2

Pernyataan ini terkenal dengan sebutan hukum Kepler III

Harga k ini, pada awalnya belum diketahui tapi nilainya sama untuk keenam planet yang diamati. Hukum-hukum Kepler ini diperoleh secara empirik dari sifat keteraturan data posisi planet. Dapat dibayangkan sulitnya memperoleh kesimpulan seperti itu dengan cara coba-coba dari data. Tetapi menurunkan rumus hukum-hukum ini menjadi mudah setelah Newton menemukan hukum atau teori tentang gerak, gravitasi dan kalkulus jauh setelah Kepler meninggal dunia. Bahkan kemudian konstanta-konstanta yang ada pada hukum Kepler dapat diperjelas sebagai berikut :

Luas daerah yang disapu oleh garis hubung matahari-planet tiap satuan waktu :

½ r2 dθ /dt = ½ √ ( GMo a(1-e)), Mo adalah massa Matahari

Dengan r dan dθ /dt berturut-turut adalah jarak Matahari-Planet dan kecepatan sudut orbit pada suatu saat tertentu. Harga k pada hukum Kepler di atas adalah :

k = G Mo / 4 π2



Pertanyaan berikut ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang pembaca

1. Jarak Planet Merkurius pada titik perihelionnya adalah 0,341 SA dari Matahari dan setengah sumbu panjangnya adalah 0,387 SA. Luas daerah yang disapunya dalam satu periode adalah :

a. 0,467 SA2

b. 0,312 SA2

c. 0,104 SA2

d. 0,213 SA2

e. 0,621 SA2

Jawab:

Pada Majalah Astronomi Vol 1 no 3 hal 25, telah dijelaskan tentang rumus jarak perihelion : a(1-e), dengan demikian dapat diperoleh eksentrisitas orbit Merkurius : 0,119. Dengan rumus b2=a2(1-e2)

Dapat diperoleh b = 0,384

Luas elips : πab = 0,467 SA2

2. Callisto merupakan bulannya planet Jupiter, mengedari planet Jupiter pada jarak 1,88 juta km dan dengan periode 16,7 hari. Apabila massa Callisto diabaikan karena jauh lebih kecil daripada massa Jupiter, maka massa planet Jupiter adalah …

a. 10,35 × 10-4 massa Matahari

b. 9,35 × 10-4 massa Matahari

c. 8,35 × 10-4 massa Matahari

d. 7,35 × 10-4 massa Matahari

e. 6,35 × 10-4 massa Matahari

Jawab:

Jika massa Jupiter dinyatakan dalam massa Matahari, jarak dalam SA, 1,88 juta km = 0.0125 SA waktu dalam tahun, 16,7 hari = 0.0457 tahun, hukum Kepler untuk satelit-satelit Jupiter dapat dinyatakan sebagai :

a3/T2 = Mj/Mo, Mj adalah massa Jupiter dan Mo massa Matahari dan T adalah periode satelit Jupiter.

Dengan demikian diperoleh Mj = 9,35 × 10-4 massa Matahari

3. Jika jarak terdekat komet Halley ke Matahari adalah 8,9 x 1010 meter, dan periodenya 76 tahun, maka eksentrisitasnya adalah :
a. 0,567
b. 0,667
c. 0,767
d. 0,867
e. 0,967

Jawab:

Dengan Hukum Kepler III dapat diperoleh setengah sumbu panjang orbit komet Halley: a3=762

Maka a = 17,94 SA

Jarak perihelion : 8,9 x 1010 meter = 0,593 SA = a(1-e)

Maka e = 0.967

4. Sebuah pesawat ruang angkasa mengelilingi Bulan dengan orbit yang berupa lingkaran dengan radius orbit 1737 km dan dengan periode orbit sebesar 2 jam. Apabila gaya gravitasi yang disebabkan Bulan pada pesawat ruang angkasa ini sama dengan gaya sentrifugalnya, maka massa Bulan yang ditentukan berdasarkan kedua gaya ini adalah ..... (G = 6,67 x 10-11 m3 kg-1 s-2)
a. 5,98 x 1026 kg
b. 5,98 x 1024 kg
c. 5,98 x 1022 kg
d. 5,98 x 1020 kg
e. Masa bulan tidak bisa ditentukan dengan cara ini
Jawab:

Radius orbit : 1737 km = 1737000 m (mengorbit dekat dengan permukaan bulan)

Periode orbit 2 jam = 7200 detik

Gaya sentrifugal (=sentripetal) = gaya gravitasi bulan

ω2r = GMbln/r2 , Mbln adalah massa bulan

Mbln = 4 π 2 r 3 /GT2 = 5,98 x 1022 kg

Soal ini bisa juga dijawab dengan hukum Kepler III







(dari edisi sebelumnya)
Orbit Planet-planet

Oleh : Dr. Chatief Kunjaya

Planet-planet berevolusi mengelilingi Matahari pada orbit yang hampir sebidang dengan arah putaran yang sama, juga searah dengan rotasi Matahari dan juga arah rotasi planet-planet kecuali planet Venus dan Neptunus. Orbit planet-planet umumnya hampir lingkaran. Fakta-fakta ini memberikan indikasi kuat bahwa Matahari dan planet-planet lahir melalui suatu mekanisme bersama, tidak saling bebas.

Pada Majalah Astronomi Vol 1 no 2, Maret 2009, Widya Sawitar sudah menjelaskan tentang bagaimana Tata Surya terbentuk dari pengerutan awan gas antar bintang. Awan yang mengerut itu akan berotasi sehingga terbentuk piringan. Bagian pusat akan menjadi Matahari, sedangkan pada piringan akan terbentuk pengerutan-pengerutan yang lebih kecil membentuk planet-planet. Karena orbit planet-planet berasal dari orbit piringan yang sama , maka dapat dipahami mengapa orbit planet-planet hampir sebidang dan masing-masing orbit itu berbentuk hampir lingkaran.

Sifat-sifat orbit ke delapan planet dapat diterangkan dengan baik oleh teori kabut dan teori protoplanet, tetapi sifat-sifat Pluto tidak. Tidak seperti orbit planet-planet lain yang hampir lingkaran, orbit Pluto lonjong sehingga kadang-kadang lebih dekat ke Matahari daripada planet Neptunus. Bidang orbitnya juga menyimpang 17° dari bidang orbit Bumi. Ukurannya tidak besar seperti planet-planet Jovian dan tidak diselubungi kabut gas tebal. Fakta-fakta ini membuat para astronom menduga, Pluto tidak lahir dengan cara yang sama dengan planet-planet lain. Maka sejak tahun 2006 Pluto tidak lagi dikategorikan planet melainkan planet kerdil.

Planet-planet yang lebih dekat ke Matahari dari pada Bumi, yaitu Merkurius dan Venus, nampak dari Bumi hanya pada pagi hari sebelum Matahari terbit atau sore hari setelah Matahari terbenam. Kedua planet itu nampak selalu mengikuti Matahari dari jarak yang tidak terlalu jauh. Jarak sudut antara planet dengan Matahari dilihat dari Bumi disebut elongasi. Paling jauh Merkurius hanya berjarak sudut sekitar 28° dari Matahari sedangkan Venus sekitar 47°. Karena orbit Bumi dan planet dalam berbentuk elips, sudut elongasi terbesar ini juga berbeda-beda dari satu periode ke periode berikutnya. Sudut-sudut itu, berturut-turut disebut elongasi terbesar Merkurius dan Venus. Hal ini dapat dijelaskan secara geometris pada gambar di bawah ini :

Elongasi VenusKarena dekatnya dengan Bumi, kalau sedang nampak, Venus seperti bintang yang sangat terang, ketiga paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan. Maka Venus sering dinamai Bintang Pagi atau Bintang Timur kalau kebetulan nampak pada pagi hari dan disebut Bintang Sore ketika kelihatan sore hari. Dahulu Venus disebut bintang karena orang zaman dahulu tidak bisa membedakan bintang dengan planet. Ketika sudut elongasi planet 0° dikatakan planet dalam keadaan konjungsi. Konjungsi ada dua macam, jika planet berada diantara Bumi dan Matahari dikatakan planet dalam keadaan konjungsi inferior, sedangkan jika planet berada di belakang Matahari dikatakan konjungsi superior.

Pada saat konjungsi inferior, kalau planet Merkurius atau Venus tepat berada di bidang ekliptika diantara Bumi dan Matahari kita bisa mengamati fenomena transit, yaitu peristiwa melintasnya planet di piringan matahari. Karena cahaya matahari sangat terang planet yang transit akan tampak sebagai lingkaran hitam.

Peristiwa transit hanya bisa terjadi pada planet Merkurius dan Venus, saat itulah letak planet terdekat dari Bumi. Planet luar seperti Mars, Jupiter dan lain-lain tidak bisa mengalami transit karena tidak akan pernah bisa berada diantara Matahari dan Bumi. Saat planet luar terdekat dari Bumi adalah saat oposisi, yaitu ketika arah ke planet dan arah ke Matahari dari Bumi nampak berlawanan. Untuk pengamat di dekat khatulistiwa, ketika Mars oposisi, saat matahari terbenam Mars baru terbit, Mars akan nampak di atas horizon sepanjang malam dan nampak lebih terang dari pada saat-saat lain. Planet luar seperti Jupiter, Saturnus dan lain-lain tidak dapat dilihat pada saat konjungsi, karena berada di belakang Matahari. Meskipun planet luar menyimpang sedikit dari keadaan konjungsi, sehingga tidak terhalang oleh piringan Matahari, tetap sulit melihatnya karena jauh dari Bumi sehingga lebih redup, diperparah lagi oleh gangguan cahaya matahari yang menyilaukan.

oposisi MarsApakah pada saat oposisi planet luar, Bumi dan Matahari satu garis lurus? Bisa! Tapi umumnya tidak persis satu garis lurus karena bidang orbit planet-planet dan bidang orbit Bumi tidak persis satu bidang, melainkan membentuk suatu sudut kecil.

Saat oposisi adalah saat terbaik mengamati planet luar, karena jaraknya yang dekat sehingga tampak lebih terang, lagi pula saat oposisi adalah saat planet luar nampak paling lama pada malam hari. Oposisi yang sempat membuat heboh adalah oposisi planet Mars tahun 2003. Mengapa demikian menghebohkan ? padahal dalam waktu tidak sampai dua tahun bisa ada dua kali oposisi. Karena oposisi Mars 2003 adalah oposisi terdekat yang sangat jarang terjadi. Mars nampak sangat terang sehingga menjadi benda langit malam paling terang setelah Bulan. Mengapa ada oposisi dekat ada oposisi jauh? Karena orbit planet-planet tidak lingkaran sempurna, melainkan agak lonjong. Kelonjongan orbit planet dinyatakan dalam eksentrisitas e, yang didefinisikan sebagai berikut:

ellips

e = √(1-(b2 / a2))

Dengan a = setengah sumbu panjang elips

b = setengah sumbu pendek

Jarak perihelion (terdekat dari Matahari) : a(1 - e)

Jarak aphelion (terjauh dari Matahari): a(1 + e)

Jika kebetulan pada saat oposisi Mars, Bumi dekat dengan aphelion (titik terjauh dari matahari) sedangkan Mars dekat dengan perihelion (titik terdekat dari Matahari), maka jarak Bumi – Mars menjadi lebih dekat daripada saat oposisi biasanya, dan Mars menjadi sangat terang.


Berikut ini ada beberapa pertanyaan dari pembaca Majalah Astronomi, Bapak Iman Suwartono sehubungan dengan masalah yang dibahas di atas.

Selamat Siang, Majalah Astronomi.

Saya Iman Suwartono, Guru SMA Negeri 1 Pagaden, Subang. Saya mendapat kesulitan untuk memecahkan beberapa soal astronomi. Saya harap Majalah Astronomi dapat membantu memberi jawaban serta penjelasan dari soal-soal berikut :

1. Pada saat konjungsi Bumi-Planet dan Matahari memdekati satu garis lurus, konfigurasinya adalah ...

a. Planet - Bumi - Matahari

b. Bumi - Planet - Matahari

c. Planet - Matahari - Bumi

d. Matahari - Planet - Bumi

e. Tidak ada jawaban yang benar

2. Jika setengah sumbu panjang dan eksentrisitas planet Mars adalah a = 1,52 dan e = 0,09 sedangkan untuk Bumi a = 1 SA dan e = 0,017. Kecerlangan maksimum palanet Mars pada saat oposisi, terjadi ketika jaraknya dari Bumi pada saat itu ...

a. 0.37 SA

b. 0.27 SA

c. 0.32 SA

d. 0.40 SA

e 0.50 SA

3. Elongasi Maksimum terjadi ketika jarak Bumi ke Matahari dan jarak Planet ke Matahari memenuhi kaedah ...

a. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi minimum

b. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi maksimum

c. Jarak Planet minimum, jarak Bumi minimum

d. Jarak Planet minimum, jarak Bumi maksimum

e. Tidak ada yang benar

4. Elongasi minimumterjadi ketika jarak Bumi ke Matahari dan jarak Planet ke Matahari memenuhi kaedah ...

a. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi minimum

b. Jarak Planet maksimum, jarak Bumi maksimum

c. Jarak Planet minimum, jarak Bumi minimum

d. Jarak Planet minimum, jarak Bumi maksimum

e. Tidak ada yang benar

5. Yang dimaksud konjungsi inferior adalah ketika terjadi konfigurasi ...

a. Bumi - Planet - Matahari

b. Matahari - Bumi - Planet

c. Planet - Bumi - Matahari

d. Bumi - Matahari - Planet

e. Tidak ada jawaban yang benar

Terimakasih untuk perhatian, jawaban serta penjelasannya. Semoga majalah Astronomi terus sukses.

Jawab:

Terima kasih pak Iman atas pertanyaannya. Dasar pengetahuannya sudah diberikan pada tulisan pengantar diatas. Di bawah ini akan saya sampaikan pembahasannya secara singkat.

1. Jawaban b, c dan d dapat dibenarkan untuk planet dalam seperti Merkurius dan Venus. Tapi jawaban b dan d tidak benar untuk planet luar seperti Jupiter dan Saturnus. Maka jawaban benar yang bersifat lebih umum adalah c.

2. Mars akan nampak paling terang jika saat oposisi, Bumi berada di aphelionnya dan Mars berada di perihelion. Jarak aphelion Bumi dari Matahari : 1 (1+0,017) SA = 1,017 SA. Jarak perihelion Mars : 1,52(1-0,09) = 1,383 SA. Maka jarak Bumi Mars saat itu : 1,383-1,017 = 0,366 SA. Jawab : a

3. Soal ini memperhitungkan kelonjongan orbit planet. Elongasi maksimum hanya ada pada planet dalam yaitu Merkurius dan Venus. Elongasi maksimum yang terbesar tercapai kalau Bumi di Perihelion dan planet di Aphelion (lihat gambar diagram orbit planet), jawab : a

4. Soal ini kebalikan dari soal no 3, yaitu Bumi paling jauh dan planet paling dekat, jawab : d

5. Konjungsi inferior terjadi pada saat planet berada diantara Bumi dan Matahari, jawab : a

Silahkan lihat penjelasan pada artikel diatas, selamat membaca. ***


Lylie_Gorgeous

Majalah Astronomi

Jika anda tertarik untuk membeli atau berlangganan majalah Astronomi, silahkan kontak melalui formulir pemesanan di halaman ini.

Harga Majalah Astronomi Rp. 15000 per eksemplar

Untuk info pembelian :

Pembelian per majalah : Rp 15000 + ongkir Rp 4000 (pulau jawa) atau Rp. 5000 (luar jawa).
Pembelian lebih dari 1 majalah harap diinformasikan kepada kami disertai alamat penerima agar dapat kami lakukan pengecekan untuk ongkos kirim.

Untuk berlangganan, kami menawarkan langganan 3 edisi dan 6 edisi.

Info langganan :
Jawa :
3 edisi : @Rp 15000 + @Rp 4000 (ongkir) = Rp. 57 000
6 edisi : @Rp 15000 + @Rp 4000 (ongkir) = Rp 114000

luar jawa :
3 edisi : @Rp 15000 + @Rp 5000 (ongkir) = Rp. 60 000
6 edisi : @Rp 15000 + @Rp 5000 (ongkir) = Rp 120000

Pengiriman dilakukan melalui Pos Biasa. jika anda menginginkan majalah dikirim via pos kilat khusus atau menggunakan kurir, diharapkan anda dapat menginformasikan kepada kami disertai alamat penerima untuk kami lakukan pengecekan ongkos kirim.

Metode pembayaran akan kami kirimkan dalam email balasan atas setiap pemesanan.

Formulir Pemesanan Majalah Astronomi

Nama Anda (dibutuhkan)

Email Anda (dibutuhkan)

Perihal :

Pesan Anda

Cara Pengiriman

Alamat Pengiriman (dibutuhkan)

Salin pesan yang tampak di layar

Sending ...

Lylie_Gorgeous

Asteroid Melintas Dekat Bumi di Atas Indonesia

Posted on 14 Oktober 2010 by tdjamaluddin

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Sebuah asteroid seukuran bis besar (5 – 10 meter) melintasi bumi pada jarak yang relatif paling dekat dengan bumi pada malam rabu lalu, 12 Oktober 2010 pukul 19.50 WIB. Asteroid yang diberi nama “2010 TD54″ pertama kali terdeteksi pada Sabtu 9 oktober 2010 oleh teleskop pemantau langit Catalina yang operasikan NASA. Sistem otomatiknya segera menyimpulkan lintasan orbit dan perkiraan ukurannya. Asteroid 2010 TD54 melintas bumi sangat cepat (sekitar 63.000 km/jam) pada ketinggian 45.500 km, sedikit di atas orbit satelit-satelit komunikasi yang berada pada ketinggian 36.000 km. Posisi saat melintas kira-kira di atas Indonesia. Perlintasan tersebut tidak berdampak apa pun di bumi. Astronom amatir dari AS Patrick Wiggins berhasil merekamnya (asteroid tampak sebagai garis putih, karena asteroid bergerak relatif terhadap bintang-bintang) yang rangkaian gambarnya ditunjukkan dalam movie berikut:

Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu sebuah asteroid jatuh di perairan Bone, Sulawesi. Sistem pemantau suara infra (infrasound sebenarnya untuk pemantauan percobaan nuklir) dari 11 stasiun melaporkan mendeteksi adanya ledakan besar yang berpusat di sekitar lintang 4,5 LS, 120 BT, sekitar pukul 11.00 WITa pada 8 Oktober 2009, seperti laporan media massa. Analisis ledakan menunjukkan bahwa kekuatan ledakan sekitar 50 kiloton TNT diduga akibat meteorit yang berasal dari asteroid berukuran sekitar 10 meter. Ledakan terjadi karena tekanan atmosfer yang menyebabkan pelepasan energi yang cukup besar. Ledakan tersebut juga sinyalnya mencapai stratosfer yang tingginya lebih dari 20 km. Diperkirakan meteorit dari asteroid itu berukuran 5 – 10 meter dengan kecepatan jatuh sekitar 20.3 km/detik (73.080 km/jam). Berdasarkan perkiraan sebaran meteoroid-asteroid di antariksa dekat bumi objek seperti itu punya kemungkinan jatuh di bumi setiap 2 – 12 tahun.

Sayangnya, asteroid yang jatuh di Bone sebelumnya tidak terdeteksi oleh sistem pemantau objek antariksa dekat bumi. Memang sulit sekali menemukan objek berukuran relatif kecil seperti itu yang kurang dari sepuluh meter. Objek tersebut sangat-sangat redup. Pencahayaan dari matahari menjadi sumber cahaya utama. Sehingga bila posisinya tidak memantulkan cahaya matahari, asteroid tersebut tidak terpantau, tiba-tiba saja sudah jatuh ke bumi.

Tetapi ada juga yang beruntung terekam teleskop Catalina sebelum jatuh ke bumi. Asteroid 2008 TC3 ditemukan 6 Oktober 2008 dan diperkirakan jatuh di gurun di Sudan 20 jam kemudian. Ternyata benar, satelit cuaca di atas Afrika, Meteosat 8 / EUMETSAT, berhasil merekam kejadian jatuhnya asteroid tersebut. Beberapa bulan kemudian ekspedisi pencarian meteorit pecahan asteroid dilakukan dan menemukan banyak pecahannya yang berukuran kira-kira sekepalan tangan atau lebih kecil.

Mungkin ada yang bertanya, kok seperti ada keteraturan kejadiannya: 6 Oktober 2008, 8 Oktober 2009, dan 12 Oktober 2010. Itu hanya kebetulan, karena sebaran asteroid di antariksa sangat acak. Bila kita melihat data asteroid yang mendekat bumi, hampir setiap hari ada asteroid yang melintas dengan jarak yang bervariasi. Dengan semakin canggihnya sistem pamantau objek dekat bumi (NEO, Near Earth Objects), dalam beberapa tahun terakhir rata-rata ada sekitar 700 objek baru terdeteksi.

Filed under: 1. Astronomi & Antariksa



Lylie_Gorgeous

Senin, 28 Februari 2011

Star Party

Waktu
12 Maret · 20:30 - 23:30
Tempat
Kampus IPB Darmaga
Dibuat oleh:
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta 1 (HAAJ), Ronny Syamara
Info Selengkapnya
HAAJ akan mengadakan Star Party kembali, dimana pada Star Party ini merupakan Star Party pertama di tahun 2011 ini, yang berarti pula Star Party kali ini bersifat umum. Maka semua orang baik itu yang sudah terdaftar sebagai anggota HAAJ maupun yang belum terdaftar sebagai anggota dapat mengikuti Star Party kali ini. Tidak ada syarat apapun yang diberikan kepada peserta.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Sabtu-Minggu, 12-13 Mare...t 2011 bertempat di Gymnasium Kampus IPB Darmaga, Bogor
dengan biaya:

Rp 30.000,-
Inc : Logbook, CD Software Astronomi, Retribusi Tempat, Papermodel, Air Mineral

Para peserta juga dapat mengajak teman maupun kerabatnya, karena ini terbuka bagi siapapun. Bagi yang sudah tahu tempatnya diperbolehkan berangkat ketempat tujuan sendiri, bagi yang belum tahu dapat berangkat bersama-sama dengan panitia dengan berkumpul di Planetarium Jakarta pada jam 3 paling lambat pada hari H.


Peserta diharapkan membawa :
1. Obat-obatan pribadi
2. Jaket atau sejenisnya
3. Senter
4. Peta langit (jika punya)

Jika Masih ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi nomor dibawah ini.

Contact Person:
Indra Firdaus (08999345351)
Ronny Syamara (085697533281)

http://www.penjelajahangkasa.blogspot.com/

Download File Pertemuan Rutin HAAJ 2011

VIA ZIDDU
http://www.ziddu.com/download/13279728/JadwalPertemuanRutinHAAJ2011.pdf.html

VIA INDOWEBSTER
http://www.indowebster.com/Jadwal_Pertemuan_Rutin_HAAJ_2011.html

KASKUS GROUP HAAJ
http://www.kaskus.us/group.php?groupid=5612

Milis (Mailing List) Yahoo Group HAAJ
http://tech.groups.yahoo.com/group/haaj84/

Terima Kasih

Lylie_Gorgeous