Rabu, 30 Maret 2011

TEST PENDAHULUAN PEMBINAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI

TEST PENDAHULUAN
PEMBINAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI
KODYA JAKARTA SELATAN
SCIENCE CENTRE ASTRONOMY – SMA NEGERI 8 JAKARTA
PELATIHAN UNTUK MAN JAKARTA SELATAN DI MAN 4

02 MEI 2007

Nama Siswa : .......................................................

Kelas / Nama Sekolah : .......................................................

PILIHAN BERGANDA (Lingkari satu jawaban yang dianggap benar)

1. Matahari menjadi pusat Tata Surya karena
a. Memancarkan cahaya
b. Diameternya sangat besar
c. Temperaturnya tinggi
d. Massanya besar

2. Matahari di Tata Surya menempati
a. Titik pusat Lintasan Bumi
b. Titik pusat lintasan planet-planet
c. Titik pusat lintasan Bulan
d. Titik api lintasan planet

3. Posisi terdekat planet ke Matahari disebut
a. Aphelion
b. Perihelion
c. Apogee
d. Perigee

4. Siapa yang merumuskan Hukum Peredaran Planet secara matematis pada abad 17 yang berasal dari Jerman ?
a. Galileo
b. Einstein
c. Ptolemeus
d. Kepler

5. Planet yang dijuluki Planet Bertelinga oleh Galileo adalah
a. Jupiter
b. Pluto
c. Saturnus
d. Neptunus

6. Apa bentuk lintasan planet ?
a. Lingkaran
b. Ellips
c. Hiperbola
d. Parabola

7. Planet terbesar di Tata Surya adalah
a. Jupiter
b. Saturnus
c. Bumi
d. Mars
8. Yang bukan tergolong planet Jovian adalah
a. Jupiter
b. Saturnus
c. Uranus
d. Venus

9. Planet yang periode revolusinya sekitar 29,5 tahun adalah
a. Mars
b. Jupiter
c. Saturnus
d. Pluto

10. Daerah Sabuk Asteroid ada di antara lintasan planet
a. Mars – Bumi
b. Jupiter – Saturnus
c. Uranus – Neptunus
d. Mars – Jupiter

11. Wahana antariksa yang pernah ke Merkurius tahun 1973-1974 adalah
a. Apollo
b. Gemini
c. Salyut
d. Mariner 10

12. Di Indonesia dikenal julukan Lintang Joko Belek untuk sebuah planet. Planet ini adalah
a. Bumi
b. Mars
c. Jupiter
d. Saturnus

13. Komet cemerlang yang terakhir terlihat tahun 2002 yang ditemukan oleh pengamat dari China dan Jepang adalah
a. Halley
b. Ikeya – Seki
c. Ikeya – Zhang
d. Kohoutek

14. Selimut gas dan debu yang menyelubungi inti komet disebut
a. Coma
b. bola salju kotor
c. kulit komet
d. stalaktit

15. Di Indonesia, komet dikenal dengan sebutan
a. Lintang Pari
b. Lintang Gubuk Penceng
c. Lintang Waluku
d. Lintang Kemukus

16. Gejala terbit – terbenamnya benda langit karena
a. Gerak rotasi Bumi
b. Gerak revolusi Bumi
c. Gerak semua planet mengedari Matahari
d. Gerak nutasi

17. Gaya tarik Bumi sehari-hari disebut sebagai gaya
a. Magnet
b. Sentrifugal
c. Sentripetal
d. Berat

18. Gaya pasang surut di Bumi didominasi oleh
a. Matahari
b. Bulan
c. Planet-planet
d. Komet

19. Gerhana Matahari terjadi pada saat
a. Bulan Mati
b. Bulan Purnama
c. Bulan kuartir pertama
d. Bulan Sabit

20. Bayang-bayang Bulan yang gelap disebut
a. Umbra
b. Penumbra
c. Bayangan hitam
d. Lingkaran gelap


SOAL ISIAN

1. Konsep yang menyatakan bahwa Matahari adalah pusat Tata Surya dikenal dengan sebutan konsep ...............................................dan dikemukakan oleh .......................................pada abad 16.

2. Galaksi tempat tinggal kita adalah galaksi ........................................

3. Unsur yang paling banyak di Matahari adalah...................................

4. Planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus biasa digolongkan sebagai planet .......................................

5. Karena 2/3 permukaan Bumi didominasi warna biru lautan, maka Bumi dijuluki planet ............................
.
6. Wahana antariksa yang telah menjelajah sampai ke Neptunus adalah ...................

7. Siapa yang menemukan planet Uranus pada tahun 1781 ? ....................................

8. Asteroid terbesar sekaligus yang pertama ditemukan adalah Ceres. Siapa penemunya dan dari mana asalnya ? Namun Ceres pada bulan Agustus 2006 tidak lagi diklasifikasikan sebagai asteroid. Apa klasifikasinya sekarang? ...................................; .......................; ......................................

9. Periode penampakan fase wajah bulan dari Purnama ke Purnama berlangsung .......................... hari dan disebut periode .............................................

10. Terwujudnya Bulan yang dinyatakan berasal dari pecahan Bumi disebut teori ....................................

11. Bintang apa yang paling dekat dengan Bumi ? ..................................

12. Lintang Pari sering digunakan sebagai pedoman arah atau kompas bagi para nelayan. Secara internasional, apa nama rasi bintangnya ? .............................

13. Bergantinya siang malam akibat Bumi berputar pada porosnya. Disebut gerak apakah ini? .............................

14. Periode rotasi Bumi atas dasar patokan bintang disebut hari bintang atau hari ........................., yang lamanya .......................................

15. Hari pertama musim semi berpedoman pada Belahan Bumi Utara jatuh pada tanggal (+/- 1 hari) ...................................

16. Rasi bintang apa di Indonesia yang biasa digunakan sebagai pedoman musim ? Apa namanya atas dasar kesepakatan internasional ? ...........................................; .......................................

17. Penanggalan atas dasar periode revolusi Bumi disebut kalender ..........................

18. Bila umbra Bulan mencapai permukaan Bumi, akan terjadi ...................................

19. Bagian Bumi yang paling merasakan gejala pasang surut adalah ........................

20. Pada saat Bulan mati akan terjadi pasang .............................., sementara saat Bulan kuartir pertama akan terjadi pasang.................................




























TAMBAHAN

SOAL URAIAN

1. Sebutkan beberapa kegunaan cahaya Matahari bagi kehidupan di Bumi.

2. Sebutkan struktur lapisan Matahari dari pusat ke atmosfernya.

3. Sebutkan beberapa dampak aktifitas Matahari terhadap gejala alam di Bumi.

4. Planet apa saja yang disebut planet Kebumian.

5. Apa saja perbedaan antara planet terrestrial dengan planet jovian

6. Sebutkan beberapa wahana antariksa yang bertugas memantau planet-planet selain Bumi

7. Bagaimana terjadinya meteor

8. Mengapa bisa terjadi fenomena ekor komet

9. Teori keberadaan Bulan ternyata tidak hanya satu. Sebutkan 2 diantaranya dan jelaskan perbedaannya.

10. Sebutkan beberapa rasi bintang yang kamu kenal. Kalau kamu ketahui namanya di Indonesia, sekaligus sebutkan dan apa istimewanya

11. Apa perbedaan konsep geosentris dan heliosentris. Sebutkan pula tokoh-tokohnya yang berpengaruh pada masing-masing konsep tersebut.

12. Apa dampak rotasi Bumi pada kehidupan di Bumi

13. Apa dampak revolusi Bumi

14. Di belahan Bumi Utara mengenal 4 musim. Sebutkan ke 4 musim tersebut dan kapan diawalinya untuk masing-masing musim

15. Bagaimana bisa terjadi gerhana Matahari dan gerhana Bulan, dan sebutkan jenis-jenisnya.

16. Mengapa wajah Bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama

17. Sebutkan struktur atau bagian-bagian komet.

18. Sebutkan beberapa contoh nama komet dan asteroid yang kamu kenal.

19. Apa sebutan cahaya aurora di kutub Utara dan Kutub Selatan. Bagaimana proses terjadinya cahaya ini

20. Apa saja unsur yang ada di atmosfer Bumi, sebut pula perkiraan jumlahnya dalam persen (%).








Lylie_Gorgeous

OAP 2007

OAP 2007
(uji coba soal tuk OSN/UN – 26 Maret 2009 – Planetarium)
(sumber soal: team pembina OA Astronomi ITB)

1. Sebuah asteroid mempunyai setengah sumbu panjang elips a= 2,5 SA. Semester I tahun 2007 ia berada di perihelion. Kapankah ia berada di aphelion ?

2. Ilustrasi berikut menggambarkan wahana (space-probe) yang melakukan perpindahan orbit Hohmann (lingkaran ke lingkaran) dari Bumi ke Mars. Jika jarak rata-rata Mars-Matahari=1,52 SA. Perkirakan waktu yang dibutuhkan oleh wahana tersebut untuk sampai ke planet Mars.

3. Periode orbit asteroid Pallas mengitari Matahari adalah 4.62 tahun, dan eksentrisitas orbitnya 0.233. Hitunglah setengah sumbu panjang orbit Pallas! Gambarkan sketsa orbit Pallas terhadap Matahari, dan hitung jarak periheliumnya

4. Sebuah planet X bergerak mengitari Matahari, mempunyai eksentrisitas e=0,2. Apabila F(fluks) menyatakan energi matahari yang dia terima persatuan luas persatuan waktu, tentukanlah rasio fluks yang diterima planet X dari Matahari pada saat di perihelium dan aphelium Fp/Fa !

5. Pada jarak 1 SA (150.000.000 km) sinar matahari memberikan daya 1,4 kilowatt per m2. Berapa total daya yang diterima untuk seluruh arah ?

6. Paralaks trigonometri sebuah bintang diamati sebagai perubahan posisi bintang relatif terhadap bintang-bintang di latar belakang akibat revolusi bumi terhadap matahari. Jelaskan bagaimana membuat pengamatan gerak diri bintang tanpa dipengaruhi oleh paralaks bintang ! Dan jelaskan bagaimana mengkoreksi gerak diri bintang ketika kita ingin menghitung paralaksnya !

7. Diketahui sebuah wahana bergerak mengitari Matahari. Pada saat berada di perihelium wahana menerima energi matahari persatuan luas persatuan waktu sebesar F1 sedangkan ketika di aphelium 0,25 F1. Akibat tekanan radiasi yang berubah-ubah, setengah sumbu panjangnya a= 2 SA, mengalami pengurangan sebesar 0.001 SA/priode. Hitung eksentrisitas dan perubahan periodenya setiap kali mengitari Matahari !

8. Pilot sebuah pesawat terbang berada pada ketinggian 10.000 m dari permukaan laut. Berapa jarak ke horizon yang dapat ia lihat ?

9. Dalam perjalanan ke Bulan seorang astronom mengamati diameter Bulan yang besarnya 3500 km dalam cakupan sudut 6o. Berapa jarak astronot ke Bulan saat itu ?

10. Jika hujan meteor Leonid berlangsung selama 2 hari, hitung berapa ketebalan sabuk meteoroid yang menyebabkan Leonid !

11. Sebuah gugus bola X memiliki total magnitudo semu visual V=13 mag, dan magnitude total absolutnya dalam visual Mv = - 4.5. Gugus bola tersebut berjarak 11,9 kiloparsec dari pusat Galaksi Bima Sakti, dan berjarak 0,5 kiloparsec kearah selatan bidang Galaksi. Jika jarak dari Matahari/Bumi ke pusat Galaksi sebesar 8,5 kiloparsec, hitung berapa besar absorpsi yang diakibatkan oleh materi antar bintang dari Matahari ke gugus bola X !

12. Sebuah bintang jenis Cepheid yang berada di bidang galaksi Bima Sakti diamati gerak dirinya. Ternyata komponen kecepatan tangensialnya (yang tegak lurus garis pandang) nol, berarti bintang itu arah geraknya tepat sejajar dengan garis pandang. Dari pengamatan spektroskopi diketahui bintang itu menjauhi matahari. Dari periode perubahan cahayanya dapat diperolah jarak bintang itu yaitu 4000 tahun cahaya. Jika jarak bumi ke pusat galaksi 30 000 tahun cahaya, hitunglah radius orbit bintang itu mengelilingi pusat galaksi.

Studying never ends, education never stopS
‘met bekerja & ‘met belajar
- - - - - wr - - - - -

Daftar Konstanta

Luminositas Matahari = L = 3,86 x 1026 J dt–1
Fbolometrik Matahari = 6,28 x 107 J dt–1 m–2
Konstanta radiasi Matahari = 1,368 x 103 J m–2
Konstanta gravitasi, G = 6,67 x 10–11 N m2 kg–2 [N = Newton]
Percepatan gravitasi Bumi, g = 9,8 m dt–2
Massa Bumi = 5,98 x 1024 kg
Massa Bulan = 7,34 x 1022 kg
Massa Mars = 6,424 × 1023 kg
Massa Matahari = 1,99 x 1030 kg
Radius Matahari = 696000 km
Radius Bumi = 6370 km
Radius Bulan = 1738 km
Radius Mars = 3396 km.
Radius Jupiter = 71492 km
Konstanta Stefan Boltzmann,  = 5,67 x 10–8 J dt–1 m–2 K–4 ,
Satu Satuan Astronomi (1 SA ) = 1,496 x 1011 m
Jarak Bumi-Bulan rata-rata = 3,84 x 108 m
Jarak Matahari-Jupiter rata-rata = 5,2 SA
Satu tahun sideris = 365,256 hari = 3,16 x 107 detik
Temperatur efektif Matahari = 5880ยบ K



Lylie_Gorgeous

Senin, 21 Maret 2011

Tugas Sinematografi ( Dokudrama )

TITANIC

Titanic adalah sebuah roman epik 1997 Amerika dan film bencana diarahkan, ditulis, co-produser, dan co-diedit oleh James Cameron. Sebuah account fiksi dari tenggelamnya RMS Titanic, itu bintang Leonardo DiCaprio sebagai Jack Dawson dan Kate Winslet sebagai Rose DeWitt Bukater, anggota kelas sosial yang berbeda yang jatuh cinta di atas kapal selama naas pelayaran perdananya.

Cameron inspirasi untuk film ini didasarkan pada ketertarikan dengan bangkai kapal, ia ingin menyampaikan pesan emosional tragedi itu, dan merasa bahwa kisah cinta diselingi dengan hilangnya manusia akan penting untuk mencapai hal ini. Produksi pada film ini dimulai pada 1995, ketika Cameron menembak rekaman bangkai kapal Titanic yang sebenarnya. Adegan modern ditembak di papan Akademik Mstislav Keldysh, yang Cameron telah digunakan sebagai dasar ketika membuat film kecelakaan. Sebuah rekonstruksi Titanic dibangun di Playas de Rosarito, Baja California, dan model skala dan citra yang dihasilkan komputer juga digunakan untuk menciptakan tenggelam. Film ini sebagian didanai oleh Paramount Pictures dan 20th Century Fox - masing, distributor Amerika dan internasional - dan pada waktu itu, itu adalah film yang paling mahal yang pernah dibuat, dengan estimasi anggaran sebesar $ 200 juta



Tora! Tora! Tora!

Tora! Tora! Tora! adalah film perang Jepang yang mendramatisir Jepang menyerang Pearl Harbor, sejauh fakta-fakta ini diketahui pada saat produksi.

Para komandan di Hawaii, Umum pendek dan Laksamana Kimmel, meskipun scapegoated selama puluhan tahun, digambarkan sebagai mengambil langkah-langkah defensif untuk ancaman jelas, termasuk relokasi pesawat tempur di Pearl Harbor ke tengah dasar, dalam menanggapi kekhawatiran sabotase dari lokal Jepang pemberontak. Mereka menerima peringatan terbatas risiko meningkatnya serangan udara, yang lebih dimengerti di Washington daripada di Honolulu. Film ini terkenal dengan kutipan Isoroku Yamamoto mempersamakan serangan untuk "membangunkan raksasa tidur", meskipun mungkin telah apokrif. Judul terdiri dari kode-kata yang digunakan oleh Jepang untuk menunjukkan bahwa benar-benar mengejutkan dicapai dan diterjemahkan di Jepang sebagai "harimau", maka pembuatan kode untuk harimau kejutan dicapai "Tiger,, harimau ".

"Tora Tora! Tora!" sebenarnya terdiri dari dua film mulus terjalin menjadi satu. Segmen Jepang awalnya akan difilmkan oleh sutradara terkenal Akira Kurosawa, tetapi tugas akhirnya pergi kepada direksi Kinji Fukasaku (yang baru-baru ini helmed box office smash kontroversial Jepang "Battle Royale") dan Toshio Masuda (yang juga diarahkan angsuran dalam "Space Battlecruiser Yamato "waralaba). Segmen Amerika hasil karya Richard Fleischer, yang akhirnya pergi untuk langsung "Conan Perusak" dan "Red Sonja". Bekerja dengan anggaran sebesar $ 25 juta (yang besar untuk 1970), para pembuat film melacak peristiwa menjelang hari naas itu


Lylie_Gorgeous

Minggu, 20 Maret 2011

Contoh ABSTRACT (Participation FOSCA in International Years of Astronomy 2009)

Participation FOSCA in International Years of Astronomy 2009
Gwyn Walesa and Adly Rahmat R.[1]
FOSCA

Gwyn, Presented his paper in ITB, 30 Oktober 2009.

ABSTRACT
FOSCA (FOrum of SCientist TeenAgers) is a communication forum of senior high school science clubs from Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi) and was established formally in Jakarta Planetarium and Observatory, 24th April 2008. Most activities in this year were focus on Astronomy study in accordance with International Years of Astronomy 2009. FOSCA participated in IYA project by creating and joining in some astronomical events. The respond from students in Jabodetabek on FOSCA’s Activities was very positive. For next years we will focus on Biodiversity study. Although, the others subjects still will be continued. So, we need more support from stakeholders, especially research institutions and government to continue all of the FOSCA’s programs.
Keywords: FOSCA, astronomy, research, students, senior high school, communication forum.

1. INTRODUCTION
FOSCA (FOrum of SCientist TeenAgers) is a communication forum of senior high school science clubs from Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi). It was set up on the initiative of 3 students from different senior high school in Jakarta who want to develop more their senior high school science club. With the assistance from HAAJ, they created this forum for sharing how to make better activities of science club in their schools. Fortunately, students from Bekasi and Bogor heard about FOSCA and want to join. Finally, in the 24th April 2008 FOSCA was established formally with membership of students from Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi. FOSCA has a vision to be a place for students who want to explore their creativity to develop their senior high school science club. In 2 year, FOSCA has been developed and now 108 senior high schools in Jabodetabek and 24 institutions & organization joined.

2. ACTIVITIES
There were some activities have been conducted on approaching our vision during 2 years of establishing this forum. Among others:
• Public Lecture. FOSCA attended some science classes that carried out by Schmutzer about primate in Ragunan and by HAAJ about Astronomy in Jakarta Planetarium and Observatory.
• Talk show. Some talk shows has been attended and conducted by FOSCA in World Book Day 2009 at Mandiri Museum and in LAPAN at LAPAN Rawamangun Jakarta.
• Visiting. To increase our knowledge we visit some event such as Peluncuran Perangko International Years of Astronomy at Bosscha, and Seminar Pendidikan Nasional about Biology at UNJ.
• Exhibitions. FOSCA was invited by some organizations and senior high school to introduce about FOSCA for example in IOAA (International Olympiad on Astronomy and Astrophysics) 2008 at Bandung, in World Science Day 2009 at 31 Jakarta Senior High School, and in World Book Day 2009 at Mandiri Museum.
• Training. FOSCA got a basic training from Jakarta Aeromodeling club about aeromodeling type Helicopter at Halim Jakarta.
• Workshop and Presentation. FOSCA has already done some workshops and presentations on telescope assembly and how to use it well in 14 senior high schools in Jabodetabek during this year.
• Research. A member of FOSCA has conducted some research on various subjects such as biology, astronomy, chemistry, etc. for competition or just practice in research.
• Science Camp. This activity has been started in 2009, on purpose as training activity on basic research for senior high school student in science club and makes relationship between students from different area.
• Science Organizing Committee (SOC). Many senior high schools have been interested in to invite FOSCA to be their Science Organizing Committee, since FOSCA became a SOC in the event of World Science Day at 31 Jakarta Senior High School (SMAN 31 Jakarta).

3. FOSCA in IYA (International Years of Astronomy) 2009
As we understand, the year of 2009 was declared as the International Years of Astronomy by UNESCO – UN (United Nation). FOSCA participated in IYA project by creating and joining in some astronomical events. In international project, FOSCA joined in several events such as, 100 Hours of Astronomy Project, You Are Galileo Project from Japan, Awareness Cornerstone Project – Dark Skies, Developing Astronomy Globally, and Galilean Night Project. FOSCA has also joined in local astronomical event conducted by several institutions such as, LAPAN (Talkshow on Astronomy and Scientific Paper Competition on Space Science), HAAJ – Jakarta Amateur Astronomy Society (Star Party, Astro Party, Talk Show, Workshop and public lecture), Depdiknas – National Department of Education (Competition for Teenagers of Scientific Research and National Science Olympiad in Astronomy subject).

4. YOU ARE GALILEO PROJECT
You Are Galileo project is a project from Japan that imitate Galileo in 400 years ago in observing the moon, Jupiter and Venus using a simple telescope. Dr. Hakim L. Malasan who coordinate You Are Galileo project in Indonesia give a trust to socialized a simple telescope to senior high school in Jabodetabek, so that FOSCA has one small telescope from him. HAAJ has assisted FOSCA by lending two others small telescope. Once more telescope has been kindly given to FOSCA by Widya Sawitar.
This Project has been done in 14 senior high schools in Jabotabek during this year, included 10 in Jakarta, 2 in Bogor, 1 in Tangerang, and 1 in Bekasi. Activity of this project consists of introducing International Years of Astronomy & astronomy in general, workshop about how to assemble small telescope You Are Galileo and practice to using this telescope. During You Are Galileo Project, we understand that all participants were very excited to learn about astronomy and very interested in this program.

5. SCIENCE CAMP 2009
Science Camp is a training activity on basic research for senior high school student in science club and makes relationship between students from different area. In Science Camp 2009, FOSCA collaborating with HAAJ, Planetarium Jakarta, and LIPI (Indonesian Institute of Sciences) to integrated Astronomy and Oceanography knowledge in one theme “Beautiful stars in the sky and the ocean”. It was held in Pari Island - Thousand Island, Jakarta, 15th – 17th August 2009.
In Science Camp activity, 34 students from 15 schools in Jabodetabek, 5 instructors from HAAJ, and 1 supervisor from LIPI have been joined. Student’s Participants were divided into four groups and learned about research method for astronomy and oceanography, doing sampling, analyzing data, and presenting their research result. Each group got a different topic about astronomy and oceanography for their research. Topics in Astronomy research were Jupiter, Moon, Messier object, and Venus. Whereas in the oceanography, they got topics on coral, mangrove, mollusk, and flora in the beach. Facilitations from Planetarium Jakarta, HAAJ, and LIPI for observation were 1 vixen telescope, 2 Spica Orbys telescope, 4 Hoschi No Techno telescope, and snorkeling apparatus.
All programs have been going well and everybody enjoyed in doing this research. Moreover, astronomy is a new knowledge for some of them and they looks very amazed when they know about how beautiful our skies in the night. Collaborating astronomy and oceanography is a new innovations to teach us about our beautiful earth, our universe and our existence with how blue ocean in the sea, and how bright stars in the dark skies. It was a beautiful experience for us.

6. HOPE FOR THE FUTURE
FOSCA’s Program for next year will focus on International Years of Biodiversity. Therefore, we plan to make some activities on Introducing of teenager scientific research activity, Ciliwung exploration, Seminar and workshops about Biodiversity and Visiting some biological study object. In addition, several activities on Astronomy still will be continued by doing research about the Sun in Bosscha Observatory, You are Galileo project, providing seminar and workshop on Astronomy and regular meeting.
FOSCA has a role to stimulate student interest on science activity by developing their science club. Moreover, the respond from students in Jabodetabek on FOSCA’s activities was very positive. However, to make those activities sustain we still had problem in:
1. Place to organize, FOSCA still use Planetarium Jakarta’s facilities.
2. Budget from Government for conducting all activities planned, for this time being all cost was burden of the member.
3. Support not only from Astronomical institutions but also support from the others research institutions in various subjects.
4. School support by provide the permit on FOSCA’s activities

7. CONCLUSION
FOSCA was established in Jakarta, 24th April 2008. Many activities has been successfully conducted and got positive respond from students in Jabodetabek area. Most activities in this year were focus on Astronomy study in accordance with International Years of Astronomy 2009. For next years, FOSCA will focus on Biodiversity study. Although, the others subjects still will be continued. So, we need some support from stakeholders, especially research institutions and government.
REFERENCES
Walesa, G., 2009, Laporan Kegiatan Science Camp 2009, FOSCA.
Walesa, G., 2009, FOSCA activity, ppt-file Presented in Workshop and Seminar You Are Galileo Project at 6 Jakarta Senior High School (SMAN 6 Jakarta).
Walesa, G., 2009, FOSCA – You Are Galelio, ppt-file Presented in Workshop and Seminar You Are Galileo Project at 15 Jakarta Senior High School (SMAN 15 Jakarta).
________________________________________
[1] Students of SMAN 54 Jakarta Timur


Mr. Widya Sawitar and Gwyn Walesa colaborating in
Conference of The Indonesia Astronomy and Astrophysics


Picture of all participants in Conference of The Indonesia
Astronomy and Astrophysics, ITB, Bosscha 29-31 Oktober 2009\
Terjemahan Inggris ke Bahasa Indonesia
Gwyn, Disajikan makalahnya di ITB, 30 Oktober 2009.

ABSTRAK

FOSCA (Forum ilmuwan Remaja) adalah forum komunikasi klub senior sains sekolah tinggi dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan didirikan secara resmi di Jakarta Planetarium dan Observatorium, 24 April 2008. Sebagian besar kegiatan pada tahun ini berfokus pada studi Astronomi sesuai dengan Tahun Astronomi Internasional 2009. FOSCA berpartisipasi dalam proyek Iya dengan menciptakan dan bergabung dalam beberapa peristiwa astronomi. Respon dari mahasiswa di Jabodetabek Kegiatan FOSCA adalah sangat positif. Selama bertahun-tahun berikutnya kita akan fokus pada studi Keanekaragaman Hayati. Meskipun, mata pelajaran yang lain masih akan dilanjutkan. Jadi, kita perlu lebih banyak dukungan dari para stakeholder, terutama lembaga-lembaga penelitian dan pemerintah untuk melanjutkan semua program-program FOSCA itu.

Kata kunci: FOSCA, astronomi, penelitian, siswa, sekolah menengah atas, forum komunikasi.

1. PENDAHULUAN

FOSCA (Forum ilmuwan Remaja) adalah forum komunikasi klub senior sains sekolah tinggi dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Ini didirikan atas prakarsa 3 siswa dari sekolah tinggi yang berbeda senior di Jakarta yang ingin mengembangkan lebih sekolah senior mereka klub ilmu pengetahuan tinggi. Dengan bantuan dari HAAJ, mereka menciptakan forum ini untuk berbagi bagaimana membuat kegiatan yang lebih baik dari klub ilmu di sekolah mereka. Untungnya, siswa dari Bekasi dan Bogor mendengar tentang FOSCA dan ingin bergabung. Akhirnya, pada 2008 24 April FOSCA didirikan secara resmi dengan keanggotaan mahasiswa dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. FOSCA memiliki visi untuk menjadi tempat bagi siswa yang ingin menjelajahi kreativitas mereka untuk mengembangkan sekolah senior mereka klub ilmu pengetahuan tinggi. Dalam 2 tahun, FOSCA telah dikembangkan dan sekarang 108 SMA di Jabodetabek dan 24 lembaga & organisasi bergabung.

2. AKTIVITAS

Ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan pada mendekati visi kami selama 2 tahun untuk membentuk forum ini. Antara lain:

• Kuliah Umum. FOSCA menghadiri kelas-kelas sains beberapa yang dilakukan oleh Schmutzer tentang primata di Ragunan dan dengan HAAJ tentang Astronomi di Planetarium dan Observatorium Jakarta.

• Talk show. Beberapa talk show telah diikuti dan dilaksanakan oleh FOSCA di World Book Day 2009 di Museum Mandiri dan LAPAN LAPAN di Rawamangun Jakarta.

• Mengunjungi. Untuk meningkatkan pengetahuan kita, kita mengunjungi beberapa kejadian seperti Peluncuran Perangko Tahun Internasional Astronomi di Bosscha, dan Seminar Pendidikan Nasional tentang Biologi di UNJ.

• Pameran. FOSCA diundang oleh beberapa organisasi dan sekolah menengah untuk memperkenalkan tentang FOSCA misalnya dalam IOAA (International Olympiad on Astronomi dan Astrofisika) 2008 di Bandung, di World Science Day 2009 pada tanggal 31 Jakarta Senior High School, dan di World Book Day 2009 di Mandiri Museum.

• Pelatihan. FOSCA mendapat pelatihan dasar dari klub Aeromodeling Jakarta tentang jenis aeromodeling Helicopter di Halim Jakarta.

• Workshop dan Presentasi. FOSCA telah melakukan beberapa lokakarya dan presentasi pada rakitan teleskop dan cara menggunakannya dengan baik di 14 sekolah menengah di Jabodetabek selama tahun ini.

• Penelitian. Seorang anggota FOSCA telah melakukan beberapa penelitian tentang berbagai subjek seperti biologi, astronomi, kimia, dll untuk praktek persaingan atau hanya dalam penelitian.

• Science Camp. Kegiatan ini telah dimulai pada tahun 2009, pada tujuan kegiatan pelatihan penelitian dasar untuk siswa SMA di klub sains dan membuat hubungan antara mahasiswa dari daerah yang berbeda.

Komite • Ilmu Pengorganisasian (SOC). Banyak sekolah menengah atas telah tertarik untuk mengundang FOSCA akan mereka Sains Panitia, sejak FOSCA menjadi SOC dalam hal Ilmu Dunia Hari di 31 Jakarta Senior High School (SMAN 31 Jakarta).

3. FOSCA dalam Iya (Tahun Astronomi Internasional) 2009

Seperti yang kita mengerti, tahun 2009 dinyatakan sebagai Tahun Internasional Astronomi oleh UNESCO - PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). FOSCA berpartisipasi dalam proyek Iya dengan menciptakan dan bergabung dalam beberapa peristiwa astronomi. Dalam proyek internasional, FOSCA bergabung dalam beberapa peristiwa seperti, 100 Jam Astronomi Proyek, Anda Galileo Project dari Jepang, Kesadaran Cornerstone Proyek - Dark Skies, Pengembangan Astronomi global, dan Galilea Malam Proyek. FOSCA juga bergabung dalam acara astronomi lokal yang dilakukan oleh beberapa lembaga seperti, LAPAN (Talkshow di Astronomi dan Ilmu Pengetahuan Kertas Lomba Ruang Angkasa), HAAJ - Jakarta Amateur Astronomy Society (Partai Bintang, Partai Astro, Talk Show, Workshop dan kuliah umum) , Depdiknas - Departemen Pendidikan Nasional (Lomba Penelitian Ilmiah Remaja dan Olimpiade Sains Nasional dalam subjek Astronomi).

4. ANDA ADALAH PROYEK GALILEO

Anda proyek Galileo merupakan proyek dari Jepang yang meniru Galileo dalam 400 tahun yang lalu dalam mengamati bulan, Jupiter dan Venus dengan menggunakan teleskop sederhana. Dr Hakim L. Malasan yang mengkoordinasikan Anda Apakah proyek Galileo di Indonesia memberikan kepercayaan untuk mensosialisasikan teleskop sederhana ke sekolah SMA di Jabodetabek, sehingga FOSCA memiliki satu teleskop kecil dari dia. HAAJ telah membantu FOSCA dengan meminjamkan dua orang lain teleskop kecil. Teleskop Sekali lagi telah baik diberikan kepada FOSCA oleh Widya Sawitar.

Proyek ini telah dilakukan di 14 sekolah menengah di Jabotabek selama tahun ini, termasuk 10 di Jakarta, 2 di Bogor, 1 di Tangerang, dan 1 di Bekasi. Kegiatan proyek ini terdiri dari memperkenalkan Tahun Internasional Astronomi & astronomi pada umumnya, lokakarya tentang bagaimana merakit teleskop kecil Anda Galileo dan praktek untuk menggunakan teleskop ini. Selama Anda Galileo Project, kami memahami bahwa semua peserta sangat bersemangat untuk belajar tentang astronomi dan sangat tertarik dengan program ini.

5. ILMU CAMP 2009

Science Camp merupakan kegiatan pelatihan penelitian dasar untuk siswa SMA di klub sains dan membuat hubungan antara mahasiswa dari daerah yang berbeda. Pada Science Camp 2009, FOSCA bekerja sama dengan HAAJ, Planetarium Jakarta, dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk Astronomi terpadu dan pengetahuan Oceanography di satu tema "Indah bintang di langit dan laut". Acara ini diadakan di Pulau Pari - Pulau Seribu, Jakarta, 15 - 17 Agustus 2009.

Dalam kegiatan Science Camp, 34 siswa dari 15 sekolah di Jabodetabek, 5 instruktur dari HAAJ, dan 1 supervisor dari LIPI telah bergabung. Peserta Siswa dibagi dalam empat kelompok dan belajar tentang metode penelitian untuk astronomi dan oseanografi, melakukan sampling, menganalisis data, dan penyajian hasil penelitian mereka. Setiap kelompok mendapat topik yang berbeda tentang astronomi dan oseanografi untuk penelitian mereka. Topik dalam penelitian Astronomi adalah Jupiter, Moon, objek Messier, dan Venus. Sedangkan pada oseanografi, mereka mendapat topik pada karang, mangrove, moluska, dan flora di pantai. Fasilitasi dari Planetarium Jakarta, HAAJ, dan LIPI untuk pengamatan adalah 1 vixen teleskop, 2 Spica teleskop Orbys, 4 Hoschi Tidak teleskop Techno, dan aparat snorkeling.

Semua program telah berjalan dengan baik dan setiap orang menikmatinya dalam melakukan penelitian ini. Selain itu, astronomi adalah suatu pengetahuan baru untuk beberapa dari mereka dan mereka terlihat sangat kagum ketika mereka tahu tentang betapa indahnya langit kita di malam hari. Berkolaborasi astronomi dan oseanografi adalah inovasi baru untuk mengajar kita tentang bumi kita yang indah, alam semesta kita dan keberadaan kita dengan cara biru laut di laut, dan bagaimana terang bintang di langit gelap. Itu adalah pengalaman yang indah bagi kami.

6. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

FOSCA program untuk tahun depan akan fokus pada Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati. Oleh karena itu, kami merencanakan untuk membuat beberapa kegiatan di Memperkenalkan kegiatan penelitian ilmiah remaja, Ciliwung eksplorasi, Seminar dan lokakarya tentang Keanekaragaman Hayati dan Mengunjungi beberapa obyek penelitian biologi. Selain itu, beberapa kegiatan di Astronomi masih akan dilanjutkan dengan melakukan penelitian tentang Matahari di Observatorium Bosscha, Anda Galileo proyek, memberikan seminar dan lokakarya tentang Astronomi dan pertemuan rutin.

FOSCA memiliki peran untuk merangsang minat siswa terhadap kegiatan ilmu pengetahuan dengan mengembangkan klub ilmu pengetahuan mereka. Selain itu, respon dari siswa di Jabodetabek kegiatan FOSCA adalah sangat positif. Namun, untuk membuat kegiatan mempertahankan kami masih punya masalah di:

1. Tempat untuk mengatur, FOSCA masih menggunakan fasilitas Planetarium Jakarta.

2. Anggaran dari pemerintah untuk melakukan semua kegiatan yang direncanakan, untuk sementara semua biaya adalah beban dari anggota.

3. Dukungan tidak hanya dari institusi Astronomi tetapi juga dukungan dari lembaga penelitian lain di berbagai mata pelajaran.

4. dukungan Sekolah Menurut memberikan izin kegiatan FOSCA's

7. KESIMPULAN

FOSCA didirikan di Jakarta, 24 April 2008. Banyak kegiatan telah berhasil dilakukan dan mendapat respon positif dari siswa di wilayah Jabodetabek. Sebagian besar kegiatan pada tahun ini berfokus pada studi Astronomi sesuai dengan Tahun Astronomi Internasional 2009. Selama bertahun-tahun berikutnya, FOSCA akan fokus pada studi Keanekaragaman Hayati. Meskipun, mata pelajaran yang lain masih akan dilanjutkan. Jadi, kita perlu dukungan dari stakeholder, terutama lembaga penelitian dan pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA

Walesa, G., 2009, Laporan Kegiatan Science Camp 2009, FOSCA.

Walesa, G., 2009, FOSCA aktivitas, ppt-file Disajikan dalam Workshop dan Seminar Anda Galileo Project di 6 Jakarta Senior High School (SMAN 6 Jakarta).

Walesa, G., 2009, FOSCA - Anda Galelio, ppt-file Disajikan dalam Workshop dan Seminar Anda Galileo Project di 15 Jakarta Senior High School (SMAN 15 Jakarta).

[1] Siswa SMAN 54 Jakarta Timur


Mr Widya Sawitar dan Gwyn Walesa colaborating di
Konferensi The Astronomi dan Astrofisika Indonesia

Gambar dari seluruh peserta dalam Conference The Indonesia
Astronomi dan Astrofisika, ITB, Bosscha 29-31 Oktober 2009 \




Lylie_Gorgeous

Jumat, 18 Maret 2011

SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN 2009

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIRJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS



SELEKSI TINGKAT PROVINSI
CALON PESERTA
INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO)
TAHUN 2009

PETUNJUK :

1. Isilah nama, seolah, Kab/Kota, Provinsi, Tangal Lahir, dan Kelas (tahun ajaran 2007/2008) pada lembar jawaban yang telah disediakan.
2. Gunakan ballpoint/pulpen untuk menulis setiap jawaban.
3. Jawablah Soal pada lembar Jawaban yang telah disediakan
4. Soal terdiri dari :
- 16 Soal Pilihan Ganda
- 5 Soal Essay
5. Waktu Test = 150 menit.











PILIHAN GANDA

1. Pada saat oposisi Bumi- Planet dan Matahari mendekati satu garis lurus, konfigurasinya adalah:
a. Planet – Bumi – Matahari
b. Bumi – Planet - Matahari
c. Planet – Matahari – Bumi
d. Matahari – Planet – Bumi
e. Tidak ada yang benar

2. Pada saat konjungsi Bumi-Planet dan Matahari mendekati satu garis lahir lurus, konfigurasinya adalah;
a. Planet – Bumi – Matahari
b. Bumi – Planet - Matahari
c. Planet – Matahari – Bumi
d. Matahari – Planet – Bumi
e. Tidak ada yang benar

3. Jika setengah sumbu panjang dan eksentrisitas planet Mars adalah a = 1,52 dan e = 0,09 sedangkan untuk Bumi a = 1 SA dan e = 0,017. Kecerlangan maksimum Mars pada saat oposisi, terjadi ketika jaraknya dari Bumi pada saat itu;
a. 0,37 SA
b. 0,27 SA
c. 0,32 SA
d. 0,40 SA
e. 0,50 SA

4. Jika setengah sumbu panjang dan eksentrisitas planet Mars adalah a = 1,52 dan e = 0,09 sedangkan untuk Bumi a = 1 SA dan e = 0,017. Kecerlangan minimum Mars pada saat oposisi, terjadi ketika jaraknya dari Bumi pada saat itu;
a. 0,67 SA
b. 0,70 SA
c. 0,72 SA
d. 0,37 SA
e. 0,50 SA

5. Elongasi maksimum terjadi ketika jarak Bumi ke Matahari dan jarak Planet ke Matahari memenuhi kaedah;
a. Jarak planet maksimum, jarak bumi minimum
b. Jarak planet maksimum, jarak bumi maksimum
c. Jarak planet minimum, jarak bumi minimum
d. Jarak planet minimum, jarak bumi maksimum
e. Tidak ada yang benar

6. Elongasi minimum terjadi ketika jarak Bumi ke Matahari dan jarak Planet ke Matahari memenuhi kaedah;
a. Jarak planet maksimum, jarak bumi minimum
b. Jarak planet maksimum, jarak bumi maksimum
c. Jarak planet minimum, jarak bumi minimum
d. Jarak planet minimum, jarak bumi maksimum
e. Tidak ada yang benar




7. Yang dimaksud konjungsi inferior adalah ketika terjadi konfigurasi;
a. Bumi – Planet - Matahari
b. Matahari – Bumi – Planet
c. Planet – Bumi – Matahari
d. Bumi – Matahari – Planet
e. Tidak ada yang benar


8. Yang dimaksud konjungsi superior adalah ketika terjadi konfigurasi;
a. Bumi – Planet - Matahari
b. Matahari – Bumi – Planet
c. Planet – Bumi – Matahari
d. Bumi – Matahari – Planet
e. Tidak ada yang benar

9. Sebagian besar anggota Tata Surya bila dilihat dari kutub utara ekliptika, bergerak berlawanan dengan putaran jarum jam. Gerak seperti ini disebut;
a. Indirek
b. Prograde
c. Retrogade
d. Helix
e. Beraturan

10. Beberapa komet dan satelit dalam Tata Surya bila dilihat dari kutub utara ekliptika, bergerak searah dengan putaran jarum jam. Gerak seperti ini disebut;
a. Direk
b. Prograde
c. Retrogade
d. Helix
e. Tidak beraturan

11. Sinar matahari terutama berasal dari
a. Corona
b. Flare
c. Fotosfer
d. Kromosfer
e. Sunspot

12. Temperatur fotosfer matahari dalam derajat Kelvin kira-kira;
a. 1.000.000
b. 5.800
c. 5.000.000
d. 20.000
e. 3.000

13. Garis Fraunhover adalah;
a. Filamen tipis dan terang yang terlihat dalam foto matahari dalam cahaya hidrogen atom
b. Garis emisi dalam spektrum piringan hitam
c. Garis emisi dalam spektrum korona ketika diamati selama gerhana matahari total
d. Garis absorpsi berbagai elemen dan spektrum piringan hitam
e. Garis absorpsi dalam spektrum flare matahari



14. Radius matahari besarnya 110 kali radius bumi dan densitas rata-ratanya ¼ densitas rata-rata Bumi. Dengan data ini, massa matahari besarnya;
a. 1.330.000
b. 330.000
c. 25.000
d. 3.000
e. 10.000


15. Di dalam gugusan suatu gugus bintang terdapat 50 buah bintang. Bintang-bintang di dalam gugus itu kemudian dikelompokkan berdasarkan ukurannya menjadi kelompok bintang berukuran besar dan berukuran kecil. Ternyata ada 27 bintang yang termasuk kategori besar. Selain itu dikelompokkan juga berdasarkan temperaturnya menjadi dua kelompok, bintang bertemparatur tinggi dan rendah. Ternyata ada 35 bintang yang termasuk kategori bertemperatur tinggi. Jika ada 18 bintang besar dan bertemperatur tinggi, ada berapa banyak bintang kecil yang bertemparatur rendah ?
a. 4 bintang
b. 5 bintang
c. 6 bintang
d. 7 bintang
e. 8 bintang


16. Seorang astronot sedang menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke International Space Station, sebuah stasiun angkasa luar. Ada dua kotak berbentuk kubus yang dapat digunakan sebagai wadah. Rusuk (sisi) kotak pertama 4 dm lebih panjang daripada rusuk kotak kedua. Jika kotak pertama dapat memuat barang 784 dm3 lebih banyak daripada kotak kedua, maka luas permukaan kotak pertama (yang lebih besar) adalah :
a. 2,16 m2
b. 3,6 m2
c. 6 m2
d. 7,2 m2
e. 9,6 m2



ESSAY

1.) Diketahui jarak  Centarury A dari Matahari adalah 4,4 tahun cahaya dan magnitudo semu Matahari dilihat dari Bumi adalah, m = 26. Koordinat ekuatorial  Centaury A adalah (,) = (14h39,5m, 60o50’). Seorang astronot dari Bumi pergi ke bintang itu kemudian melihat ke arah Matahari. Jika astronot itu menggunakan peta bintang dari Bumi dan menggunakan sistem koordinat ekuatorial Bumi dengan acuan bintang-bintang yang sangat jauh, berapakah koordinat ekuatorial dan magnitudo matahari menurut astronot itu ?

2.) Sebuah asteroid ketika berada di perihelium menerima fluks dari matahari sebesar F0 ketika di aphelium ia menerima sebesar 0,5 F0. Orbit asteroid mempunyai setengah sumbu pendek b = 1,3 SA. Pertanyaannya;
a) berapakah periode asteroid ini
b) ketika di aphelium berapakah kecepatan lepas asteroid ini ?

3.) Ada sebuah bintang ganda gerhana yang kedua bintang anggotanya sama persis, radiusnya sama, temperaturnya sama, dan inklinasi orbit 90o. Bila ditilik kurva cahaya (grafik magnitudo terhadap waktu) bintang ganda itu, berapakah perbedaan magnitudo antara keadaan paling terang dan keadaan paling redup ?

4.) Sebuah bintang ganda terdiri dari sebuah bintang maharaksasa biru yang massanya 90 massa matahari dan sebuah bintang katai putih bermassa kecil. Periode orbit bintang ganda itu adalah 12,5 hari. Karena temperatur bintang raksasa itu sangat tinggi, ia mengalami kehilangan massa melalui angin bintang yang dihembuskannya. Setiap tahun bintang raksasa itu kehilangan massa 106 kali massa matahari. Jika diasumsikan jarak antara kedua bintang itu tidak berubah. Hitunglah periode orbit bintang ganda itu 10 juta tahun kemudian.

5.) Sebuah bintang ganda gerhana mempunyai periode 50 hari. Dari kurva cahayanya seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah, tampak bahwa bintang kedua menggerhanai bintang pertama (dari titik A sampai D) dalam waktu 10 jam (saat kontak pertama sampai kontak terakhir), sedangkan dari titik B sampai titik C yatu saat gerhana total, lamanya adalah 1 jam. Dari spektrumnya diperoleh bahwa kecepatan radial bintang pertama adalah 20 km/s dan bintang kedua adalah 50 km/s. Apabila orbitnya dianggap lingkaran dan inklinasinya i = 90o, tentukanlah radius bintang pertama dan kedua dan juga massa kedua bintang.



























Daftar Konstanta
Luminositas Matahari = L = 3,86 x 1026 J dt1 = 3,826  1026 Watt
Fbolometrik Matahari = 6,28 x 107 J dt1 m2
Konstanta radiasi Matahari = 1,368 x 103 J m2
Konstanta Gravitasi, G = 6,67 x 1011 N m2 kg2 [N = Newton]
Percepatan gravitasi Bumi, g = 9,8 m dt2
Massa Bumi, 5,98 x 1024 kg
Massa Bulan = 7,34 x 1022 kg
Massa Matahari = 1,99 x 1030 kg
Konstanta Stefan Boltzmann,  = 5,67 x 108 J dt1 m2 K4
Satu Satuan Astronomi (1 SA) = 1,496 x 1011 m
Jarak Bumi- Bulan rata-rata = 3,84 x 108 m
Radius Bumi = 6,37 x 106 m
Radius Matahari = 6,96 x 108 m
Satu tahun sideris = 365,256 hari = 3,16 x 107 detik
Temperatur efektif Matahari = 5880oK
Kecepatan orbit Bumi (mengitari matahari) V = 2,98  104 meter/det
Tahun cahaya, ly = 9,5  1015 menit
Kecepatan cahaya, c = 2,998 x 108 m/det



Lylie_Gorgeous

Rabu, 16 Maret 2011

Asian-Pacific Regional International Astronomical Union Meeting 2011

Asian-Pacific Regional IAU Meeting ke-11
Hotel Empress & Convention Centre,
Chiang Mai, Thailand 26 Juli, 2011 – 29 Juli, 2011
Asian-Pacific Regional IAU Meeting ke-11 (APRIM2011) akan diadakan di Chiang Mai, Thailand, dari Juli 26-29, 2011, melanjutkan di dari APRIM ke-10 sukses menahan Yunnan, PRC dalam 2008. Tujuan utama konferensi adalah untuk menyediakan sebuah forum untuk memperluas komunitas riset astronomi. Dalam pandangan luas ilmiah dan perkembangan teknis dalam astronomi sekarang occuring pada observatories seluruh penjuru dunia, APRIM2011 akan menjadi satu forum penting untuk mendorong kalangan golongan kolaborasi-kolaborasi bekerja di negara-negara yang berbeda di dalam kawasan.

Seperti dengan APRIM2008, ahli-ahli astronomi dari seluruh penjuru dunia selamat datang di berkontribusi untuk semua sesi pertemuan. Partisipasi ahli-ahli astronomi muda dan murid-murid betul-betul sesi khusus encouraged.A memusatkan pada pendidikan astronomi, jangkauan dan popularisasi astronomi juga akan diatur. Murid-murid sekolah menengah atas, guru-guru, amatir-amatir dan pendidik-pendidik umum selamat datang di berpartisipasi.

Satu penuh hari darmawisata untuk National Observatory Thailand, rumah 2.4-m teleskop optis dan untuk Princess Sirindhorn Neutron Monitor di Doi Inthanon National Park, akan diatur sebagai sebahagian daripada program konferensi.

Satu acara kekar, Pameran Astro 2011, untuk memperingati Yang Mulia Birthday ke-84 Raja dalam tahun 2011, juga akan diselenggarakan. Pemamer-pemamer (Lembaga-lembaga Astronomical, observatories, alat ilmiah dan penerbit-penerbit) dari lokal dan luar negeri diundang.

Email: aprim2011_at_narit.or.th

Situs: http:/ / www.narit.or.th / aprim2011
APRIM 2011 diselenggarakan oleh National Astronomical Research Institute of Thailand (Public Organization), Ministry of Science and Technology dan Fakultas Sains, Chiang Mai University untuk International Astronomical Union.
Lylie_Gorgeous

11th Asian-Pacific Regional IAU Meeting The Empress hotel & Convention Centre, Chiang Mai, Thailand July 26, 2011 – July 29, 2011

The 11th Asian-Pacific Regional IAU Meeting (APRIM2011) will be held in Chiang Mai, Thailand, from July 26-29, 2011, continuing on from the successful 10th APRIM held in Yunnan, PRC in 2008. The principal aim of the conference is to provide a forum for the expanding astronomy research community. In view of the extensive scientific and technical development in astronomy now occuring at the observatories all over the world, APRIM2011 will be an important forum to encourage collaborations among groups working in different countries in the region.

As with APRIM2008, astronomers from all over the world are welcome to contribute to all sessions of the meeting. Participation of young astronomers and students is strongly encouraged.A special session focusing on astronomy education, outreach and popularization of astronomy will also be arranged. High school students, teachers, amateurs and general educators are welcome to participate.

A full-day excursion to the Thai National Observatory, home of the 2.4-m optical telescope and to the Princess Sirindhorn Neutron Monitor in Doi Inthanon National Park, will be arranged as part of the conference programme.

A joint event, Astro-Expo 2011, to commemorate His Majesty the King's 84th Birthday in the year 2011, will also be organized. Exhibitors (Astronomical institutions, observatories, scientific instrument and publishers) from local and overseas are invited.

Email: aprim2011_at_narit.or.th

Website: http://www.narit.or.th/aprim2011
APRIM 2011 is organized by National Astronomical Research Institute of Thailand (Public Organization), Ministry of Science and Technology and Faculty of Science, Chiang Mai University for the International Astronomical Union.
Lylie_Gorgeous

Selasa, 15 Maret 2011

Perkiraan bumi masa depan

Badai matahari adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 × 1025 joule Istilah ini juga digunakan untuk fenomena yang mirip di bintang lain.

Badai matahari mempengaruhi semua lapisan atmosfer matahari (fotosfer, korona dan kromosfer). Kebanyakan badai terjadi di wilayah aktif disekitar bintik matahari.

Sinar X dan radiasi ultraviolet yang dikeluarkan oleh badai matahari dapat mempengaruhi ionosfer

Bumi dan mengganggu komunikasi radio.

Badai matahari pertama kali diobservasi oleh Richard Christoper Carrington tahun 1859. Sebagian orang mungkin sudah tahu informasi tentang akan adanya badai matahari atau CME (Corona Mass Ejection) pada tahun 2012 nanti. Kata Dr. Thomas Djamaluddin badai matahari tersebut tidak menyebabkan kiamat, namun tetap berdampak pada benda astronomi di sekitarnya. Badai matahari berdampak tidak langsung terhadap manusia, dampaknya adalah terganggunya sinyal radio sehingga menyebabkan jaringan komunikasi menjadi rusak, jelek, atau tidak berfungsi.

Dari tempointeraktif, menurut Thomas, badai matahari itu baru menjadi persoalan jika ledakannya mengarah ke bumi. Saat itu, kata dia, bukan hanya satelit yang mengangkasa di orbit bumi yang terganggu. Bumi pun mengalaminya.

Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer. Insiden itu pernah dilaporkan pada saat siklus 22 pada 1989. Kala itu transformator (trafo) pembangkit listrik di Quebec, Kanada, terbakar dan sesaat kemudian listrik yang memasok kebutuhan 6 juta penduduk di sana padam selama 9 jam.

Tidak hanya itu saja bahkan penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang. Ternyata banyak juga pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh badai matahari. Jadi yang paling dikhawatirkan oleh pemerintah mau pun para ahli dari badai matahari itu sebenarnya terganggunya frekuensi radio. Kalau untuk orang awam, tentunya badai matahari dianggap sebagai api neraka yang akan hadir di bumi dan akan membumihanguskan bumi beserta isinya menjadi abu. Siapa yang tidak takut? Mungkin ada sebagian yang tidak takut tapi tetap saja ini meresahkan.

Coba kita lihat betapa bahayanya jika frekuensi radio terganggu, radio di sini bukanlah radio mendengarkan siaran berita atau lagu-lagu seperti prambors, suaragama, dan mustang fm, tetapi lebih kepada alat yang menggunakan konsep radio seperti handphone, wi-fi, GPS, BTS, dan lain-lain. Wah, berarti manusia gapapa donk? Hmm tidak juga, dikarenakan hampir semua manusia memakai alat berkonsepkan radio. Sekarang coba lihat pernyataan berikut:

* Siapa yang tidak kesal jika sinyal handphone naik-turun yang menyebabkan 5 detik menelpon sudah putus, pulsa tentunya akan termakan banyak ‘kan.
* Coba lihat pesawat dan kapal menggunakan sistem navigasi manual, tidak lagi memakai GPS, tentu saja tingkat nyasar dan kecelakaannya lebih tinggi dibandingkan dengan memakai GPS. Jadi hati-hati nanti apabila tahun 2011-2013 Anda berniat untuk bepergian naik pesawat.
* Kita pernah lihat kan ada seperti wajan kecil di atas ATM? Itu tandanya ATM tersebut menggunakan frekuensi radio, mungkin menuju satelit atau apa pun saya kurang paham. Tetapi yang jelas kalau menggunakan frekuensi radio ATM tersebut terganggu juga. Jadi kalau mau mengambil uang di ATM siap-siap saja menerima tulisan “ERROR” atau “ATM TIDAK DAPAT DIGUNAKAN UNTUK SEMENTARA”. Solusinya, ambillah uang Anda dari bank jauh-jauh hari dan letakkan di bawah bantal tidur atau dalam lemari :cool:
* Anda memakai wi-fi untuk internetan? Jangan harap bisa menerima sinyal dengan baik tentu saja karena frekuensinya terganggu, wi-fi memakai sinyal di 54GHz dan channel 20/40MHz, dengan ini kebebasan Anda dalam berinternet akan terganggu.
* Potensi antar negara untuk meluncurkan ICBM/CBM berhulu ledak Nuklir menjadi sangat kecil, tentu saja karena ICBM/CBM menggunakan konsep radio dalam hal ini GPS untuk menuntun ICBM jatuh meledak tepat pada sasaran. Lah, kalau sinyal GPS saja terganggu? Salah-salah bisa mengarah ke negara sendiri setelah itu habis deh.. atau malah mungkin nyasar ke laut terus negara rugi deh. Makanya para negara pemilik ICBM/CBM tentunya berpikir berkali-kali kalau ingin meluncurkannya pada tahun 2011-2013.
* Hati-hati terhadap hewan yang sensitif terhadap gangguan frekuensi seperti anjing dan kelelawar, salah-salah nanti ketika Anda sedang jalan sore-sore Anda dicokot kelelawar mabuk sinyal atau digigit anjing yang marah gara-gara sinyal.

Segitu saja kira-kira tulisan yang dapat saya kontribusikan kepada Anda, tulisan ini ada ilmiahnya ada tidaknya tetapi bolehlah untuk Anda pertimbangkan, terutama yang poin ke dua yaitu hati-hati kalau memilih bepergian dengan pesawat. Mari berharap badai matahari nanti tidak menyebabkan kepanasan atau gangguan jiwa bagi manusia. Sekian akibat yang dapat ditimbulkan oleh badai matahari.



Tabrakan Nibiru adalah pertemuan Bumi dengan planet besar (baik berupa tabrakan maupun hampir menabrak) yang dipercaya akan terjadi pada awal abad ke-21. Penganut peristiwa ini menyebut obyek yang mendekati Bumi itu sebagai Planet X atau Nibiru.

Ide ini pertama kali diusulkan oleh Nancy Lieder tahun 1995. Lieder menyatakan dapat menerima pesan dari makhluk ekstraterestrial dari sistem Zeta Reticuli. Ia memperingati manusia bahwa benda tersebut akan melewati tata surya pada Mei 2003 (nantinya dirubah menjadi 2010), menyebabkan pergesekan kutub bumi yang akan menghancurkan peradaban umat manusia. Ramalan tabrakan ini menyebar diluar situs Lieder, dan dipercaya oleh grup-grup yang menghubungkan tabrakan Nibiru dengan ramalan kiamat 2012. Meskipun nama "Nibiru" berasal dari karyaZecharia Sitchin mengenai astronot kuno, Sitchin sendiri membantah hubungan antara karyanya dengan bencana yang akan datang.

Usul bahwa obyek sebesar planet akan menabrak bumi di masa depan tidak didukung oleh bukti ilmiah dan dianggap sebagai ilmu semu. Namun, ketakutan akan tabrakan Nibiru menyebabkan kepanikan pada publik.


http://wikipedia.org

Lylie_Gorgeous

Senin, 14 Maret 2011

Apakah itu Planet X?

Siang ini ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan, apa itu planet X? dari manakah ia datang? Apakah ia akan menghancurkan Bumi? Apakah planet X itu ada? Pertanyaan yang sama yang merebak seiring dengan isu adanya kehancuran di tahun 2012.


Obyek Sabuk Kuiper yang sudah diketahui. Kredit : wikipedia, hubblesite


Jauh sebelum Pluto ditemukan, astronom dunia terpikat untuk mencari kemungkinan keberadaan sebuah benda lain di luar orbit Neptunus. Pada tahun 1843, John Couch Adams mempelajari gangguan orbit yang terjadi di Uranus dan dari interaksi gravitasi ia menyimpulkan ada planet ke delapan yang mengganggu planet gas raksasa tersebut. Hal ini jugalah yang membawa manusia pada pencarian planet ke delapan dan pada akhirnya menemukan Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30 SA. Ternyata, Neptunus juga mengalami hal yang sama dengan Uranus. Ia mengalami gangguan orbit dan diperkirakan ada planet lain yang menggangu orbitnya seperti halnya Uranus.

Tahun 1930, Pluto ditemukan tengah bersembunyi di balik kegelapan di tepi Tata Surya. Dan segera pula diketahui kalau Pluto itu kecil, dan ia bukan planet X yang dicari. Maka pencarian pun diteruskan..

Selama 80 tahun terakhir, para astronom telah melakukan pencarian apakah ada planet raksasa lainnya yang ada di luar Neptunus. Namun pada kenyataannya yang ditemukan adalah sejumlah obyek di sabuk Kuiper dan beberapa di antaranya sekarang didefinisikan sebagai planet katai. Dan lagi-lagi tak ada planet X yang ditemukan. Bahkan si X ini justru disinonimkan dengan teori konspirasi, maupun hari kiamat. Dan juga dikaitkan dengan planet Nibiru, sebuah planet hipotetik dari bangsa Sumeria yang sebenarnya tak ada kaitannya sama sekali dengan istilah planet X yang sebenarnya.

Tak pelak setahun terakhir ini, isu kiamat 2012 merebak kencang. Ketakutan dan kekhawatiran muncul.. berbagai pertanyaan terlontar. Ada yang mengatakan ada sebuah planet mistis yang akan muncul di bagian dalam Tata Surya pada tanggal 21 Desember 2012. Isu ini jelas-jelas menyesatkan bahkan ketakutan tentang planet X sama sekali tak beralasan.

Pada kenyataannya, planet X merupakan sebutan untuk planet yang belum diketahui atau belum teridentifikasi, khususnya untuk pencarian planet masif di luar orbit Neptunus, di era pre-Pluto (sebelum Pluto ditemukan). Dan Planet X ini merupakan perjalanan pencarian yang luar biasa menyenangkan yang dialami para astronom dan mencapai puncaknya saat Pluto ditemukan.

Pencarian Planet X



Sejak Percival Lowell menyatakan kalau ada planet lain di luar sana yang mengganggu orbit Neptunus, pencarian pada planet asing itu pun dimulai. Tahun 1930, saat Clyde Tombaugh menemukan Pluto, bisa dikatakan penemuan ini membenarkan teori Lowell. Sayangnya di era 1970-an diketahui kalau Pluto terlalu kecil untuk dapat menimbulkan gangguan pada orbit planet, dalam hal ini planet gas raksasa seperti Neptunus.




Seiring berjalannya waktu dan teknik yang makin berkembang, gangguan yang pernah diperkirakan ada pada orbit Neptunus ditemukan merupakan kesalahan dalam observasi. Karena itu tak lagi diperlukan keberadaan planet X, benda planet hipotetik tidak lagi diperlukan untuk diperhitungkan dalam gangguan orbit tersebut. Tapi, pengamatan benda-benda di Sabuk Kuiper justru memperkuat kembali pencarian planet X dan X disini bermakna belum teridentifikasi. Jadi yang dicari adalah sebuah benda yang belum diketahui dan belum diidentifikasi.

Sabuk Kuiper merupakan area di ruang angkasa di lingkungan Pluto. Di area ini terdapat banyak benda berupa es dan batuan yang berhasil diamati. Dengan perkembangan teknologi dalam observasi, berbagai benda kecil semakin mudah diamati di area Tata Surya dan di sistem lainnya di luar Tata Surya. Saat ini para peneliti telah berhasil melakukan plot distribusi obyek Sabuk Kuiper (Kuiper Belt Object / KBO).

Dalam sebaran KBO dari 30 – 50 SA, pada kisaran jarak 50 SA sabuk Kuiper berakhir begitu saja. Kondisi ini dikenal dengan nama Jurang Kuiper dan sangat sedikit obyek yang bisa diamati di balik titik ini. Dan diyakini kalau kondisi tersebut disebabkan keberadaan sebuah obyek yang lebih besar dari Pluto dan lebih kecil dari Bumi. Sampai saat ini belum ada benda lain yang ditemukan di area tersebut namun Jurang tersebut memang ada setelah jarak 55 SA.

Para pencari planet X, mengindikasikan ada planet kecil yang mengorbit pada jarak 60 SA atau ada pula planet masif yang 50% lebih besar dari Jupiter berpatroli di angkasa pada jarak 1000 SA. Tapi tetap tidak ada bukti kuat untuk mendukung teori ini dan tidak ada hasil pengamatan yang bisa mengkonfirmasi keberadaan planet tak dikenal tersebut.

Lorenzo Iorio dari National Institute of Nuclear Physics di Pisa, Italia, menggunanakan data orbit dari pengamatan selama bertahun-tahun dan mencoba mengkalkulasi jarak orbit terdekat bagi sebuah planet masif untuk mengorbit jika planet tak dikenal ini memang ada. Dan jika planet ini ada dan berada cukup dekat, keberadaan gravitasinya pasti akan langsung terdeteksi dan bisa dengan mudah pula mendeteksi gangguan yang diakibatkan pada dinamika planet dalam

Hasilnya, seluruh planet yang memiliki massa Mars dan lebih besar dari Mars telah ditemukan di Tata Surya. Hasil komputasi Iorio menunjukkan jarak minimum untuk planet bermassa Mars, Bumi, Jupiter dan juga bermassa Matahari bisa berada pada jarak 62 SA, 430 SA, 886 SA dan 8995 SA. Sebagai perspektif, Pluto memiliki jarak rata-rata 39 SA.


Jika kita berandai-andai, katakanlah ada sebuah planet masif yang disebut planet X berpatroli di luar Pluto. Menurut para penggemar teori planet X dan kiamat, si planet X ini akan mengganggu orbit planet-planet di Tata Surya dan kemudian masuk dan menyebabkan kehancuran pada Bumi. Ternyata ada masalah lain yang menggagalkan teori tersebut.
Jika planet tak dikenal atau si planet X ini memang ada dengan ukuran yang cukup, katakanlah seukuran Pluto maka menurut David Jewitt obyek tersebut tentunya sudah bisa diamati saat ini jika ia mengorbit sampai jarak 320 SA dari Matahari. Dan di luar jarak itu tidak ada massa signifikan yang bisa ditemukan, jika massa Pluto dianggap signifikan.


Dengan demikian, ide keberadaan planet X yang akan muncul tahun 2012 dan memiliki ukuran lebih besar dari Pluto dan berada pada jarak 75 SA jadi hal yang sangat aneh. Bagaimana tidak, saat ini obyek-obyek yang bahkan seukuran asteroid dan pluto pun sudah bisa dideteksi mulai dari jarak dekat Bumi sampai beberapa ratus Satuan Astronomi (SA). Di antara obyek yang ditemukan pada jarak jauh itu ada pula Eris dan Sedna dan beberapa obyek tersebar lainnya. Dan sama seperti Pluto, Eris pun tidak masuk hitungan sebagai planet X, karena ia memang tidak cukup “besar”.


Rata-rata obyek di Sabuk Kuiper yang ditemukan memiliki massa yang tak jauh berbeda dari Pluto atau lebih kecil dari Pluto. Ingat: pencarian planet tak dikenal ini awalnya mengacu pada planet masif yang mengganggu orbit Neptunus.

Dengan demikian seandainya ditemukan obyek lain di luar orbit Pluto atau di area di luar Jurang Kuiper maka bisa dikatakan pengaruhnya pada area di bagian dalam Tata Surya akan sangat kecil bahkan untuk ribuan tahun ke depan. Mengapa?

Jawabannya sederhana, karena kita sudah menemukan semua planet masif yang lebih besar dari Mars di Tata Surya. Pada akhirnya bisa dikatakan seluruh cerita tentang planet X yang dikaitkan dengan hari kehancuran atau kiamat hanyalah sebuah mitos dan kaitannya dengan Nibiru pun tak lebih dari sekedar mitos dari bangsa Sumeria.

Sumber: arXiv, NASA adsabs, Astroengine, Universe Today, M. Brown (Sedna and other KBO paper), Science@NASA.


Lylie_Gorgeous

Hantu Saturnus Menari di Ruang Angkasa

INILAH.COM, Jakarta- Video pertama yang menunjukkan aurora di atas garis lintang utara Saturnus yang dikenal dengan cahaya utara di tata surya melakukan tarian hantu di atas planet bercincin.


Video terbaru ini menunjukkan perubahan aurora Saturnus setiap beberapa menit, dalam resolusi tinggi tiga dimensi. Gambar-gambar itu memperlihatkan profil aurora vertikal yang sebelumnya tidak terlihat, bergelombang seperti sebuah tirai panjang.


Tirai ini mencapai lebih dari 1.200 kilometer di tepi atas belahan planet bagian utara. Aurora terjadi di Bumi, Jupiter, Saturnus, dan beberapa planet-planet lain. Gambar baru ini akan membantu para ilmuwan dalam memahami lebih baik bagaimana proses dihasilkan.

"Aurora ini telah mempertontonkan pertunjukan yang memukau, pergeseran bentuk dengan cepat dan tirai memperlihatkan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan di sana dan belum terlihat di Saturnus sebelumnya," kata Andrew Ingersoll dari Institut Technologi California di Pasadena.


Aurora muncul terutama di lintang tinggi dekat kutub magnet planet. Ketika partikel-partikel bermuatan dari Magnetosfer (gelembung magnetik yang mengelilingi planet), berpindah kebagian atas atmosfer planet menciptakan suasana yang bersinar.

"Tinggi tirai di Saturnus memperlihatkan perbedaan kunci antara atmosfer Saturnus dan atmosfer bumi," kata Ingersoll.[ito]

Lylie_Gorgeous

Tata Surya

BIMA SAKTI SI GALAKSI RAKUS
Galaksi Bima Sakti dicurigai suka ‘menelan’ bintang-bintang galaksi tetangganya.
Aliran bintang-bintang merupakan jejak-jejak yang ditinggalkan.
Menyaksikan langit malam musim kemarau, anda akan melihat bintang-bintang di seluruh bagian galaksi. Diantara bintang-bintang itu, terlihat lajur putih seperti awan yang membentang dari langit utara ke langit selatan. Terdapat daerah gelap seperti bayangan orang berkelahi dengan naga. Bangsa kita menvakini, itulah bavangan Bima yang tengah bergulat melawan naga. Maka, jalur putih itu diberi nama Bima Sakti. Galaksi besar yang terdekat dengan Bima Sakti adalah Andromeda, yang berjarak dua juta tahun cahava. Setahun cahava setara dengan 9,5 trilyun kilometer. Maka, dengan mata telanjang, kita tidak bisa melihat bintang-bintang di Andromeda. Karena itu, pada saat memandang langit, yang terlihat hanyalah bintang-bintang penghuni Bima Sakti.

..Di langit bagian utara, bintang yang paling terang kedua adalah Arcturus. Bintang ini memiliki gerakan yang berbeda dengan umumnya bintang-bintang di Bima Sakti. Demikian pula komposisi kimianya. Karena itu, Arcturus dicurigai tidak berasal dari Bima Sakti. Dia tamu dari galaksi lain. Para astronom berpikir, bintang ini lahir pada galaksi kecil, yang oleh Bima Sakti ditangkap, dirampas, dan diasimilasi. Diduga, dalam waktu yang lama galaksi ‘menelan’ ratusan galaksi kerdil tetangganya.

Galaksi-galaksi itu bercampur dengan Bima Sakti. Tabrakan atau interaksi antargalaksi menghancurkan gas di dua galaksi dan menimbulkan gejolak formasi bintang-bintang penghuninya. Meski kedudukannya terusik, bintang-bintang relatif tidak terpengaruh. Sebab mereka termasuk bagian kecil dari area piring galaksi yang mahaluas. Jarak bintang-bintang yang renggang menjadikan kemungkinan bertabrakan sangatlah kecil. Walaupun demikian, dinamika dan distribusi bintang-bintang pasti akan sangat berubah.

Pada 1970-an, astronom mulai mempelajari fenomena tubrukan antargalaksi. Mereka dipandu Arp Atlas of Peculiar Galaxies, katalog kumpulan galaksi aneh karya Halton Christian Arp. Katalog astronom Amerika itu mengoleksi 338 galaksi aneh. Beberapa teori mulai dikaji dengan simulasi komputer untuk memahami dan memprediksi struktur sifat-sifat galaksi aneh itu.Simulasi yang sangat terkenal di¬lakukan dua bersaudara Alar dan Juri Toomre pada 1972. Simulasi itu menunjukkan perjumpaan antara partikel dan galaksi, di mana arahnya berlawanan de¬ngan putaran cakram galaksi. Skenarionya, sebuah galaksi dengan satu titik pusat massa dikelilingi kumpulan partikel yang bergasing, diganggu kedatangan sebuah benda langit lainnya. Benda asing itu menabrak galaksi. Namun interaksi ringan itu tidak mengubah bentuk cakram galaksi. Galaksi tuan rumah hanya sedikit terganggu, dan bentuknya tetap tegar. Simulasi lainnya menunjukkan perjumpaan searah dengan pusaran cakram galaksi. Galaksi dengan satu titik pusat massa dihampiri partikel-partikel galaksi lain dari satu grup, dengan arah yang seiring, dan terjadi dorongan. Interaksi itu mengalami efek luar biasa. Tahap-tahap interaksi membentuk jembatan bintang-bintang mengalir di antara dua galaksi. Jalur-jalur bintang inilah yang terbentuk di sekitar Bima Sakti.

Galaksi Bimasakti diabadikan menggunakan kamera long exposure dari Bumi. .


Galaksi Bimasakti diabadikan menggunakan kamera long exposure dari Bumi


.Jalur bintang juga terbentuk akibat interaksi Milky Way dengan Sagittarius Kerdil (Sagittarius Dwarf). Bahkan aliran bintang Sagittarius Kerdil merupakan aliran yang paling keren, karena melibatkan 100 juta bintang.Interaksi Galaksi Sagittarius Kerdil ditemukan secara tidak sengaja oleh Rodrigo Ibata, Mike Irwin, dan Gerard Gilmore pada 1994. Dia disebut dengan SagDEG, kependekan dan Sagittarius Dwarf Elliptical Galaxy (Galaksi Elips Sagittarius Kerdil). Lokasinya 75.000 tahun cahaya dari matahari dan 50.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Hingga sekarang, dia diketahui sebagai galaksi terdekat dengan Bima Sakti. Dia dapat bertahan hingga beberapa orbit di sekitar Bima Sakti. Sagittarius sebenarnya hanya salah satu dari 15 hingga 20 galaksi mini yang mengorbit Bima Sakti. Juga terjadi perjumpaan Milky Way dengan Awan Magellan Besar (Large Magellan Clouds-LMC). Telah lama para astronom berpikir bahwa LMC adalah galaksi terdekat dengan Bima Sakti.

Hasil studi tentang LMC menunjukkan, dia berinteraksi dengan Bima Sakti. Diduga, LMC muda mirip gugus bola berukuran raksasa. Dia memipih membentuk piring akibat interaksi dengan Milky Way. Pasang surut membuat gugus bola itu seperti ditempa menjadi cakram, diikuti sebentuk bola lingkaran di sekitar cakram. Cakram dan bola lingkaran itu berinteraksi, memanggang cakram.Daerah gas yang dipanaskan mengelupas akibat pasang surut. Bintang-bintang di daerah cakram mengelupas akibat pasang surut dan menjulur membentang di angkasa. Bima Sakti ‘memakan’ gas dan materi dari LMC melalui interaksi pasang surut.Sagittarius Kerdil, Awan Magellan Besar, dan satelit galaksi lainnya memberi kontribusi untuk membangun galaksi kita. Pada dekade yang akan datang, temuan aliran bintang dari Galaksi Sagittarius Kerdil boleh jadi tidak berarti. Tapi Bima Sakti tumbuh dari penggabungan dan bertambah dari proses itu. Asimilasi galaksi-galaksi akan melahirkan bintang baru, gas, dan materi gelap, yang akan memicu terbentuknya formasi bintang-bintang. Dan imigran yang dibekap galaksi kita merupakan getaran ‘dawai’ yang memicunya.

.Mengaduk Susu Dewi Juno

Cakram Bima Sakti diketahui menebal pada pusatnya. Dari pengamatan menunjukkan daerah kabut susu membentuk gelang yang mengelilingi pusat galaksi. Orang Eropa kuno menyebutnya ‘Jalur Susu’, Milky Way. Mereka percaya, lajur putih itu adalah air susu Dewi Juno (Hera, istri Zeus) yang tumpah ke angkasa
Posisi Matahari dalam Galaksi Bimasakti (Milkyway) berada di tepiannya. .


Posisi Matahari dalam Galaksi Bimasakti (Milkyway) berada di tepiannya


.Untuk memahami bentuk asli Milky Way, diperlukan waktu panjang dan kajian pemikiran mendaham. Melibatkan banyak astronom dari berbagai generasi, yang buah karyanya saling melengkapi dan menyempurnakan. Usaha mengenal Galaksi Milky Way atau Bima Sakti juga menimbuhkan persoalan, karena manusia berada di dalamnya. Jadi, bagaimana bisa menentukan bentuk dan ukuran galaksi? Namun itu tak menciutkan nyali para astronom.

..Model dan ukuran Bima Sakti pertama kali dilakukan Sir Frederick William Herschel (1738-1822) pada 1760. Dia menelisik langit dengan teropong berdiameter 120 sentimeter. Dengan membandingkan kerapatan bintang di segala arah penjuru langit, dia menyimpulkan bahwa bentuk Bima Sakti seperti batu gerinda (asahan) yang tak sempurna. Dan tata matahari berada di pusat Bima Sakti. Herschel menyelesaikan penelitiannya sela¬ma 20 tahun, yang kelar pada akhir 1802. Dia berhasil menghitung 90.000 lebih bintang di 2.400 sampel area.

..Pada 1900-an, Jacobus Cornelius Kapteyn (1851-1922), astronom dari Observatorium Leiden, Belanda, memperbaiki model Herschel dengan menampilkan Bima Sakti berbentuk cakram. Namun tetap dengan tata matahari dianggap berada di tengahnya. Dia menyimpulkan, kerapatan bintang di semua penjuru langit serba sama. Ukuran Bima Sakti meluas menjadi berdiameter 5.000 tahun cahaya.

..Pemahaman tentang Bima Sakti terus berkembang. Harlow Shapley (1885-1972), astronom dari Observatorium Mount Wilson, mempelajari gugus-gugus bola bintang pada 1920. Koloni ribuan hingga ratusan ribu bintang yang tampak seperti bola itu tersebar simetris ke arah bintang Sagittarius di jalur putih Bima Sakti. Shapley menyimpulkan, gugus itu berpusat searah rasi Sagittarius. Titik pusat itu berada lebih dari 30.000 tahun cahaya dari bumi. Pengamatan bintang juga menunjukkan, makin dekat ke arah rasi Sagittarius, koloni bintang makin rapat. Bintang-bintang rapat itu berjarak kurang lebih 30.000 tahun cahaya dari matahari.

..Apakah Bima Sakti punya lengan spiral? Pemetaan sebaran bintang muda dan panas menunjukkan, Bima Sakti memang memiliki lengan-lengan spiral. Lengan-lengan itu antara lain lengan Sagittarius, Perseus, dan Orion, tempat matahari tinggal. Bima Sakti berbentuk seperti cakram yang kembung pada pusatnya. Pusat kembung Bima Sakti dihuni bintang-bintang tua.

.Gambaran seniman posisi lengan-lengan galaksi Bimasakti


Gambaran seniman posisi lengan-lengan galaksi Bimasakti


.Dari situ menjulur lengan spiral dengan cabang-cabangnya. Jejari cakram Bima Sakti sekitar 50.000 tahun cahaya. Jika bintang-bintang itu benar merupakan tumpahan air susu Dewi Juno, maka air susu itu seperti ditampung sebuah cawan, kemudian diaduk memutar. Pusaran air susu itu menggambarkan gerak bintang mengelilingi pusat galaksi. Gerak bintang teramati dari pergeseran garis spektrumnya. Sedangkan sang surya sendiri mengelilingi pusat galaksi searah jarum jam, dengan orbit hampir mendekati lingkaran.

..Matahari berlari 250 kilometer per detik, sekali putaran makan waktu 230 juta tahun. Milky Way diprediksi memiliki massa 2 trilyun (2 x 1.012) kali matahari, terbagi menjadi 100 hingga 300 milyar bintang. Matahari, sebagai salah satu bintang, mengavling daerah di sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Jadi, tata surya sama sekali bukan pusat galaksi. Bima Sakti tidak sendirian mendiami alam semesta. Masih banyak sistem serupa yang mengisi setiap sudut langit. Ribuan bahkan jutaan rumpun bintang atau pulau bintang di alam semesta telah dipergoki teleskop bikinan manusia. Misalnya, teleskop raksasa di Mount Palomar, California, Amerika Serikat, mampu melihat sedikitnya semilyar galaksi di sekitar tata surya.Maka, Simon Driver tidak salah mengira bahwa dengan teleskop yang lebih canggih, jumlah bintang bakal bertambah terus. Demiki¬an pula jumlah galaksi yang bisa diamati.


(Sumber: GATRA, 14 November 2007)

Lylie_Gorgeous

Mari Bersyukur Setiap Waktu

Pernahkah Anda berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?
Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.
Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.
Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.
Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?
Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi รขlรข'i Rabbikumรข tukadzibรขn (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?” (TQS al-Anbiya' [21]: 42).
Pertanyaannya: Sudahkah atas semua itu kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur? Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na'udzu billah.
Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala titah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin []

* Dodik Dwi Prasetyo's blog
Avatar Dodik Dwi Prasetyo
Posted Sel, 08/03/2011 - 11:22 by Dodik Dwi Prasetyo



Lylie_Gorgeous

Kenakalan Remaja, Waspadalah.....!

Avatar budip
Posted Sen, 14/03/2011 - 10:16 by budip

1. Kenakalan Remaja

Masalah sosial yang dikatagorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja yaitu suatu perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja.

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas sewajarnya banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, fresex, dan terlibat berbagi macam kriminal lainnya.

2. Jenis Kenakalan Remaja

* Penyalahgunaan Narkoba
* Seks bebas
* Tawuran antar pelajar

3. Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

* a). Faktor Internal

1. Krisis Identitas

2. Faktor yang lemah

* b). Faktor Eksternal

1. Keluarga
2. Teman sebaya kurang baik
3. Lingkungan kurang baik
4. Peran serta IPTEK yang berdampak negatif
5. Tidak adanya media sebagai penyalur hobi dan bakat
6. Kebebasan yang berlebihan
7. Masalah yang terpendam

4. Akibat Kenalakan Remaja

1. Terhambat cita-cita remaja
2. Ketidaksejateraan remaja, orang tua dan orang2 terdekat baik di dunia maupun akhirat
3. Terhambatnya kemajuan bangsa dengan adanya generasi penerus yang rusak
4. Menjadi contoh yang buruk bagi semua orang
5. Dijauhi dan diasingkan oleh semua orang

5. Pendekatan kenakalan Remaja

1. Pendekatan individual
2. Pendekatan Sistem

6. Hal-hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi Kenakalan Remaja

1. Prinsip Keteladan
2. Adanya motivasi dari keluarga
3. Pengawasan yang intensif terhadap berbagi media komunikasi
4. Perlu bimbingan kepribadian di sekolah
5. Perlunya pendekatan diri kepada Allah SWT



Marilah kita semua khususnya sebagai pendidik bergotong royong untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kenakalan remaja sehingga kita menjadi bangsa damai dan sejatera "Maju Terus Indonesiaku"



* budip's blog



Lylie_Gorgeous

Jumat, 11 Maret 2011

Encyclopedia of World Biography on Ellen Ochoa

A specialist in optics and optical recognition in robotics, Ellen Ochoa (born 1958) is noted both for her distinguished work in inventions and patents and for her role in American space exploration. She is now the veteran of three Space Shuttle flights.

Among Ellen Ochoa's optical systems innovations are a device that detects flaws and image recognition apparatus. In the late 1980s she began working with the National Aeronautics and Space Administration (NASA) as an optical specialist. After leading a project team, Ochoa was selected for NASA's space flight program. She made her first flight on the space shuttle Discovery in April 1993, becoming the first Hispanic woman astronaut.

The third of five children of Rosanne (Deardorff) and Joseph Ochoa, she was born May 10, 1958, in Los Angeles, California. She grew up in La Mesa, California; her father was a manager of a retail store and her mother a homemaker. Ochoa attended Grossmont High School in La Mesa and then studied physics at San Diego State University. She completed her bachelor's degree in 1980 and was named valedictorian of her graduating class; she then moved to the department of electrical engineering at Stanford University. She received her master's degree in 1981 and her doctorate in 1985, working with Joseph W. Goodman and Lambertus Hesselink . The topic of her dissertation was real-time intensity inversion using four-wave mixing in photorefractive crystals. While completing her doctoral research she developed and patented a real-time optical inspection technique for defect detection. In an interview with Marianne Fedunkiw, Ochoa said that she considers this her most important scientific achievement so far.

In 1985 she joined Sandia National Laboratories in Livermore, California, where she became a member of the technical staff in the Imaging Technology Division. Her research centered on developing optical filters for noise removal and optical methods for distortion-invariant object recognition. She was coauthor of two more patents based on her work at Sandia, one for an optical system for nonlinear median filtering of images and another for a distortion-invariant optical pattern recognition system.

Becomes an Astronaut for NASA

It was during her graduate studies that Ochoa began considering a career as an astronaut. She told Fedunkiw that friends were applying who encouraged her to join them; ironically, she was the only one from her group of friends to make it into space. Her career at NASA began in 1988 as a group leader in the Photonic Processing group of the Intelligent Systems Technology Branch, located at the NASA Ames Research Center in Moffett Field, California. She worked as the technical lead for a group of eight people researching optical-image and data-processing techniques for space-based robotics. Six months later she moved on to become chief of the Intelligent Systems Technology Branch. Then in January 1990 she was chosen for the astronaut class, becoming an astronaut in July of 1991.

Her first flight began April 8, 1993, on the orbiter Discovery. She was mission specialist on the STS-56 Atmospheric Research flight, which was carrying the Atmospheric Laboratory for Applications and Science, known as Atlas-2. Ochoa was responsible for their primary payload, the Spartan 201 Satellite, and she operated the robotic arm to deploy and retrieve it. This satellite made forty-eight hours of independent solar observations to measure solar output and determine how the solar wind is produced.

Ochoa's technical assignments have also included flight-software verification in the Shuttle Avionics Integration Laboratory (SAIL), where she was crew representative for robotics development, testing and training, as well as crew representative for flight-software and computer-hardware development. Ochoa was on the STS-66 Atmospheric Laboratory for Applications and Science-3 (ATLAS-3) flight in November 1994. ATLAS-3 continues the Spacelab flight series to study the Sun's energy during an eleven-year solar cycle; the primary purpose of this is to learn how changes in the irradiance of the Sun affect the Earth's environment and climate. On this mission Ochoa was Payload Commander. She is currently based at the Lyndon B. Johnson Space Center in Houston, Texas.

Ochoa's most recent journey into space was on STS-96 Discovery (May 27 to June 6, 1999). During the ten-day mission, the crew performed the first docking to the International Space Station. Ochoa coordinated the transfer of supplies and also operated the Remote Manipulator System during the 8-hour space walk.

Ochoa is a member of the Optical Society of America and the American Institute of Aeronautics and Astronautics. She has received a number of awards from NASA including the NASA Group Achievement Award for Photonics Technology in 1991 and the NASA Space Flight Medal in 1993. In 1994, she received the Women in Science and Engineering (WISE) Engineering Achievement Award. She has also been recognized many times by the Hispanic community. Ochoa was the 1990 recipient of the National Hispanic Quincentennial Commission Pride Award. She was also given Hispanic magazine's 1991 Hispanic Achievement Science Award, and in 1993 she won the Congressional Hispanic Caucus Medallion of Excellence Role Model Award. Ochoa is also a member of the Optical Society of America, the American Institute of Aeronautics ands Astronautics, and Phi Beta Kappa and Sigma Xi honor societies.

Ochoa is married to Coe Fulmer Miles, a computer research engineer. They have two children. Outside of her space research, Ochoa counts music and sports as hobbies. She is an accomplished classical flautist--in 1983 she was the Student Soloist Award Winner in the Stanford Symphony Orchestra. She also has her private pilot's license and in training for space missions flies "back seat" in T-38 aircraft.

She's Lili's IDOL ^^


Lylie_Gorgeous

Rabu, 09 Maret 2011

Penyimpangan Sosial (Tugas Sosiologi)

BAB 1
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Perampokan dan pencurian adalah prilaku penyimpangan social budaya yang terjadi
di tengah ±tengah masyarakat,yang sangat menggagu dan merugikan orang lain .sepetri yng
di beritakan pada Koran di halaman dapan . Masalah sosial muncul akibat terjadinya
perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat
menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah
sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti
tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, perampokan ,pencurian dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

B.Ruang lingkup
Problematika sosial akan terus bergejolak sampai manusia itu akan berpisah antara
ruh dengan nyawa, namun ada faktor yang sangat bermakna dalam kehidupan yakni faktor
manusia dengan Tuhan.
Berbagai macam alasan yang terlontar ketika para pelaku penyimpangan social
tertangtangkap .dari alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga keperluan
untuk membahagiakan sang pacar.namun perlu kita kaji lebih jauh bahwa penyimpangan
social terjadi adanya penularan kebudayaan di lingkungan di mana tinggal sebuah
komunitas. Seperti Penjambret maupun pencuri.


C.Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah berusaha untuk mengakji tindakan
kriminalitas yang merupakan tindakan penyimpangan social dan budaya di tengah ±tengah
masyarakat Indonesia yang berasaskan Pancasila .karena hal ini erat kaitanya dengan sistim
social dan buadaya yang terjadi di Indonesia.saya sadar bahwa makalah ini jauh dari
sempurna .untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan demi
sempurnanya makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Penyimpangan Sosial;

Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang, sadar atau tidaksadar pernah kita
alami atau kita lakukan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh
siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luas atau
sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat.Suatu
perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma
sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan( d e v i a t i o n)adalah
segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri( c o n f o r m i t y )t er h a d a p
kehendak masyarakat.
Definisi Penyimpangan Sosial;
James W. Van Der Zanden; Penyimpangan perilaku merupakan perilaku yang oleh
sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.
Robert M. Z. Lawang; Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang
menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari
mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.
Lemert (1951); Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk:
1. Penyimpangan Primer (Primary Deviation)Penyimpangan yang dilakukan
seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri
penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara
berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.
2. Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) Penyimpangan yang berupa
perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai
perilaku menyimpang. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut,
karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.
Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat
4
Faktor Penyimpangan/masalah Sosial;
MenurutJ ames W. Van Der Zanden; faktor-faktor penyimpangan sosial adalah sebagai
berikut:
y
Longgar/tidaknya nilai dan norma. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran
baik buruk atau benar salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan
ukuran longgar tidaknya norma dan nilai sosial suatu masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto Penyimpangan/masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan dalam masyarakat, yang membahayakan kehidupan
kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan
gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Penyimpangan/masalah social dapat terjadi di dasarkan pada pengertian kebudayaan
bahwa pada dasarnya kebudayaan selu bergerak (di namis) Semua kebudayaan mempunyai
dinamika atau gerak. Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup di dalam
masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi sebab dia
mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadinya
hubungan anta rkelompok manusia di dalam masyarakat.
B.Unsur-Unsur Kebudayaan
Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian perumahan, alat-alat rumah
tangga, senjata, alat-alat produksi, transport, dsb)
2. Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi ( pertanian, peternakan, sistem
produksi, sistem distribusi dsb)
3. System kemasyarakatan ( system kekerabatan, organisasi politik, system hokum,
system perkawinan)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dsb)
6. Sistem pengetahuan
7. Religi (system kepercayaan)
Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat Ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
5
C. Peluang yang Memunculkan Motif Penyimpangan Sosial
Pada intinya, tingkat kejahatan di suatu negara berbanding lurus dengan kondisi
ekonomi, sosial, politik, budaya, dan hukumnya. Khusus untuk kejahatan seperti perampokan
dan pencurian, menurut sosiolog Budi Radjab, faktor ekonomi memegang peranan dominan
sebagai motivasinya. Gambarannya, faktor ekonomi menyumbangkan enam puluh persen
motif perampokan. Selebihnya, menurut dia, adalah motif-motif yang berbeda pada setiap
orang, termasuk membuktikan diri sebagai orang yang jago dalam kejahatan.Selain motif, hal
yang perlu digaris bawahi adalah adanya peluang yang bisa mendukung atau menghambat
motif calon perampok. Peluang tersebut tercipta lantaran kondisi masyarakat berupa
ketimpangan sosial dan ekonomi. Kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis,
menurut dia, bukanlah faktor dominan."Coba lihat di negara-negara Eropa, Amerika, atau
Singapura. Mereka" cenderung individualistis tetapi tingkat kejahatan rendah. Kalaupun ada
perampokan, lebih pada kejahatan yang tidak berpola. Dengan kata lain, itu accident atau
kebetulan.
Kasus perampokan tidak berpola, ditandai dengan mudah ditangkapnya pelaku.
Biasanya kejahatan semacam itu terjadi di negara-negara dengan ketimpangan sosial dan
ekonomi yang tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, perampokan berpola lebih banyak terjadi di
negara atau daerah dengan ketimpangan sosial dan ekonomi yang lebar. Keadaan itulah yang
memberi ruang bagi tumbuhnya motif-motif perampokan.Kasus perampokan beruntun di
kabupaten/kota, bisa dijadikan salah satu indikator kondisi masyarakatnya. "Akan tetapi,
harus bisa ditentukan dahulu kejahatan itu berpola atau tidak. Polisi pasti bisa
memastikannya," kata Budi Radjab.Jika memang berpola, bisa disimpulkan peluang
melakukan kejahatan di Indonesia sudah begitu lebar. Pemicunya tidak hanya ketimpangan
sosial dan ekonomi. "Kelengahan kepolisian dan sistem penjara selama ini juga turut
memberikan peluang kejahatan," katanya.Di Indonesia, keterbatasan jumlah penjara
menyebabkan dicampurnya para penjahat dari kelas teri hingga kelas kakap. "Pencuri kaus
dengan pencuri uang triliunan rupiah ditempatkan dalam satu sel. Itu peluang untuk
belajar,"ujar Budi. Hal tersebut berbeda dengan di Eropa dan Amerika yang membuat
pengate-gorian penjara untuk setiap tingkat kejahatan perihal sistem penjara seperti itu
dibenarkan pakar hukum dan kriminologi Yes-mil Anwar. Oleh karena itu, terlepas dari
terpola atau tidak, dia memprediksi pelaku perampokan .adalah pemain lama yang notabene
adalah residivis. "Penjara adalah sekolah kejahatan paling bagus. Memang ada pembinaan,
tetapi pada kenyataannya para pembinanya justru menjadi kacung yang dibina,"
6
katanya.Hasilnya, ketika keluar dari penjara, para penjahat di Indonesia cenderung akan lebih
pandai dari sebelumnya. Mereka pun cenderung membentuk jaringan baru selepas dari
tahanan.Di sisi lain, lemahnya penegakan hukum, baik di penjara maupun di luar penjara,
membuat residivis semakin leluasa bertindak. Terlebih, saat terjadi perampokan di Jawa
Barat tersebut, kepolisian tengah sibuk mengurus masalah internal.
Kasus perampokan,meskipun terjadi di daerah yang berbeda, memungkinkan dua
sampai tiga kelompok yang sama melakukan perampokan di tempat berbeda. Setiap
kelompok pun, bisa jadi, saling mengenal. "Akan tetapi, ini bukan organized crime (kejahatan
terorganisasi) oleh satu jaringan," ujarnya. Proses yang terjadi secara beruntun, menurut dia,
karena kejahatan itu adalah "penyakit menular". Dengan lingkungan yang mendukung,
seperti lengahnya kepolisian, penyakit itu tumbuh subur. "Kejahatan itu bisa dipelajari.
Ketika ada kelompok yang dengan mudah bisa mengelabui polisi, modusnya akan segera
dipelajari oleh kelompok lain. Polisi seharusnya lebih profesional. Patroli pun diperketat.
Jangan hanya ketika kapoldanya mau lewat," tuturnya
D. Perilaku menyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai-nilai sub kebudayaan
menyimpang
Dalam proses sosialisasi, seseorang mungkin dipengaruhi oleh nilai-nilai
subkebudayaan yang menyimpang, sehingga terbentuklah perilaku menyimpang. Contoh :
seorang anak dibesarkan pada lingkungan yang menganggap perbuatan minum-minuman
keras, pelacuran, dan perkelahian sebagai hal yang biasa, maka anak tersebut akan melakukan
perbuatan menyimpang yang serupa. Menurut ukuran masyarakat luas, perbuatan anak
tersebut jelas bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, maka perbuatan anak tersebut
dapat dikategorikan menyimpang. Perilaku menyimpang tersebut banyak berpengaruh
terhadap kehidupan masyarakat. Perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh anomi. Secara
sederhana anomi diartikan sebagai suatu keadaan di masyarakat tanpa norma. Konsep anomi
yang dikemukakan oleh Emilie Durkheim adalah keadaan yang kontras antara pengaruh
subkebudayaan dengan kenyataan sehari-hari dalam masyarakat. Seakan-akan tidak
mempunyai aturan-aturan untuk ditaati bersama. Keadaannya menjadi chaos atau kekacauan
yang sulit diatasi. Padahal cukup banyak aturan-aturan yang telah disepakati bersama dalam
masyarakat yang disebutk o n f o r m i t a s . Jika aturan ini dilanggar disebut deviasi. Apabila
pelanggaran sudah dianggap biasa, karena toleransinya pengawasan sosial, penyimpangan itu
akhirnya menjadi konformitas. Contoh: perbuatan menyuap penjaga lembaga pemasyarakatan

M enurut Robert K. M erton
keadaan anomi dapat menyebabkan penyimpangansosial. Dikatakan bahwa dalam
proses sosialisasi individu-individu belajar mengenal tujuan-tujuan penting dalam
kebudayaan dan juga mempelajari cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan
budaya tersebut. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya
dengan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya tersebut. Menurut Merton, ada lima tipologi
tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut yaitu konformitas, inovasilitualisme,
pengasingan diri, dan pem-berontakan.
E.Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial adalah satu tindakan yang melanggar nilai dan norma social
sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna yang dijalani individu baik di
lingkungan keluarga maupun masyarakat pada umumnya. Keberhasilan suatu proses
sosialisasi bagi individu, yaitu dengan ditunjangnya peranan orang dewasa (orang tua, guru,
dan tokoh masyarakat), situasi, media sosialisasi, dan sarana prasarana penunjang lainnya.
a. Peranan Orang Dewasa Orang dewasa yang tidak berhasil dalam menyediakan
akomodasi yang baik untuk kelancaran proses sosalisasi bagi generasi muda, dapat
berpengaruh negative pada pembentukan kepribadian seseorang, yakni perilaku yang
menyimpang dalam interaksi sosial. Seperti adanya larangan merokok untuk anak
atau siswa, akan tetapi yang melarangnya yaitu orang tua atau guru, setiap harinya
merokok, dan tentu saja larangan tersebut dianggap tidak adil bagi si anak tersebut,
sebagai akibatnya larangan tersebut dilanggarnya. Upaya peranan orang dewasa
dalam pencegahan dan pengendalian penyimpangan dapat dilakukan dengan cara
mendidik, mengajak, memberi contoh, dan bahkan memaksa melalui bentuk teguran,
pendidikan, ajaran agama, hukuman.
b. Peranan Situasi Lingkungan Situasi lingkungan yang dimaksud adalah situasi
lingkungan keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, dan media
massa. Dalam situasi lingkungan apabila individu tidak memperoleh kesempatan
untuk melakukan proses sosialisasi secara efektif dan tidak mempunyai kesempatan
untuk mengaktualisasikan nilai dan norma tersebut, maka cenderung individu tidak
melakukan proses sosialisasi yang tidak sempurna. Akhirnya mengarahkan ke bentuk
perilaku yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang dikekang dan selalu
diberlakukan secara tidak adil maka lambat laun si anak tersebut akan melakukan
tindakan yang negatif terhadap lingkungannya.
c. Peranan Kesempatan Sosialisasi Bila individu tersebut cenderung tidak mempunyai
kesempatan dalam melakukan sosialisasi secara sempurna, baik di keluarga,
masyarakat maupun lingkungan sekolah maka individu tersebut akan mengalami
kesulitan dalam penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungannya. Misalnya,
anak yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali maka ia tidak akan mengetahui
perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, ataupun nilai-nilai sosial yang berlaku
dalam masyarakat. Proses sosialisasi berjalan tidak sempurna karena materi informasi
dan media sosialisasi yang satu dengan yang lainnya saling bertentangan, selain itu
juga dapat mengakibatkan konflik pribadi pada diri seorang anak.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan

Perilaku menyimpang dalam konteks agama, secara ekstrem perilakunya diberikan
stempel sebagai pendosa atau orang sesat, termasuk ajaran dan faham yang disiarkannya
kepada masyarakat dianggap bertentangan dengan syariat maupun akidah agama disebut
sebagai ajaran sesat. Dalam beberapa bukunya, seperti yang tercamtum di bawah, Hery
Santoso (HS Harding) banyak mengungkapkan contoh kasus yang telah lama berkembang
dan tersembunyi di dalam kehidupan seharihari, terutama tentang perilakuperilaku yang
menyimpang di luar dari batas kelaziman dan social budaya yang menjadi kesepakatan
masyarakat.
Penyimpangan perilaku yang bersifat individual atau personal (pribadi) dan tidak
menggeret pada seseorang, orang kedua, atau pihak lain di luar dirinya, dapat terjadi
dikarenakan adanya pengaruh dari pengalaman di masa lalunya yang kebanyakan "kurang
menyenangkan", hingga menumbuhkan rasa (sense) semacam "virus" yang keliru di dalam
pandangan (persepsi dan interpretasi)nya.
C.Saran
Penyimpangan /permasalahan social yang terjadi di sekitar kita terjadi adanya
pengaruah informasi dan budaya yang di di hubungkan oleh budaya dari kelom[pok maupun
personal.untuk itu demi meyelematkan orang-orang yang kita sayangi dari perbuatan
penyimpangan social. Hendaknya kita lebih aktif untuk menjalin koordinasi dan mempererat
tali silahturohmi.serta mengutkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.semogqa kita
semua termasuk dari oarng yang selamat dari penyimpangan /masalah social.

DAF TAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang
Jurnalskripsi.com



Lylie_Gorgeous